seharusnya adalah keselamatan dan kesehatan bersama, terlepas dari urgensi kebutuhan siswa untuk belajar tatap muka. Analisis: Terdapat dua pandangan dalam menanggapi ketentuan belajar tatap muka di masa pandemi ini, yaitu setuju dan tidak setuju. Beberapa pihak yang menyetujui mensyaratkan agar kegiatan pembelajaran tatap muka dilakukan oleh pihak sekolah atau lembaga pendidikan dengan protokol kesehatan yang ketat, atas izin orang tua atau wali dalam bentu surat pernyataan, serta dengan pengaturan kondisi waktu pembelajaran dan pembatasan jumlah murid per kelas, jenis kelas atau fasilitas lain yang tidak dapat dibuka. Pada praktiknya, beberapa sekolah negeri telah memperbolehkan siswa disabilitas belajar secara tatap muka secara terbatas. Di samping itu, bagi yang tidak menyetujui beranggapan bahwa pembelajaran tatap muka ini sangat berisiko bagi keselamatan dan kesehatan bersama. 6. Evaluasi dan Rekomendasi a. Dukungan Pemerintah Beberapa rekomendasi diusulkan untuk perbaikan dan kemajuan proses pembelajaran selama pandemi Covid-19 antara lain pada Laporan Kajian Terhadap Dukungan Bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas di Masa Pandemi Covid-19 110 109F menyebutkan bahwa orang tua dari peserta didik penyandang disabilitas masih berharap mendapatkan skema bantuan dari pemerintah untuk mendukung pendidikan ana, utamanya dalam proses BDR. Selain itu penting juga agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat secara fleksibel dipergunakan untuk mendukung belajar PDPD di masa pandemi ini. 111 110F OPD10 Puspadi Bali menjelaskan bahwa perlu mengubah pola pikir (mindset) bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara guru dan orang tua. Selain itu ia juga menyampakan pentingnya sekolah-sekolah inklusi untuk diperbanyak hingga menjangkau lebih banyak lagi penyandang disabilitas. 110 111 Ibid. Ibid. 70

Выберите целевой абзац3