Kronik Jugun Ianfu Asia
Juli 1997
Anggota kongres Amerika Serikat diketuai oleh William
O.Lipinski pada pembukaan kongres ke-126 mendesak
Pemerintah Jepang segera menindaklanjuti permintaan
maaf secara formal dan pemulihan dalam bentuk
kompensasi kepada seluruh korban kejahatan perang
Jepang selama Perang Dunia II.
30
September
1997
Terbit buku mengenai Jugun Ianfu berjudul “Derita
Paksa Perempuan”, ditulis oleh Budi Hartono (LBH
Yogyakarta) dan Dadang Juliantoro (Lapera) terbitan
Sinar Harapan.
November
1997
Sidang nasional Republik Korea memutuskan untuk
mengadopsi hukum baru mengenai migrasi yang melarang
pelaku kejahatan perang dari Jepang untuk masuk ke
wilayah Republik Korea.
April 1998
Secara mengejutkan Hakim Hideaki Chikashita di
Pengadilan Circuit distrik Yamaguchi memutuskan untuk
memberikan kompesasi sebesar $ 2.300 kepada setiap
korban perbudakan seksual militer Jepang.
Juni 1998
Pameran Jugun Ianfu pada Perang Dunia II diselenggarakan
oleh WCCW dengan tema “Tragedi yang tak terelakan”
bertempat di Rotunda, kantor museum meriam Washington
D.C. Pameran ini didukung oleh kongres Caucus dan
organisasi internasional hak asasi manusia. Pembukaan
pameran ini bertepatan dengan kunjungan delegasi survivor
Jugun Ianfu. Sebagai bentuk perhormatan internasional
terhadap kesejarahan para survivor Jugun Ianfu memberikan
kesaksian sebelum kongres kaukus dimulai.
Desember
1999
Biograi suara Mardiyem Jugun Ianfu asal Yogyakarta
disiarkan ke 50 stasiun radio di Indonesia oleh Internews
Indonesia, jurnalis Eka Hindrati.
27
|