Temuan FAKTA-FAKTA 1. Memo Rekrutmen dan Telegram Tentara Taiwan No.602 Dua dokumen internal yang diterbitkan oleh pemerintah dan m ­ iliter Jepang pada masa perang memberikan bukti pokok atas t­anggung jawab meluas dari pembuatan kebijakan “comfort station” dan pelaksanaannya pada semua aras hierarki pemerintahan. Dokumen ­ pertama adalah sebuah memorandum berjudul “Hal-hal M ­ engenai R­ekrutmen Perempuan”(“Memo Rekrutmen”) yang dikirim pada 4 M ­ aret 1938 oleh seorang Ajudan Jenderal Kementerian Perang k­ epada ­Kepala Staf ­Tentara Area Cina Utara dan Kekuatan Ekspedisi Cina ­Tengah59. Dokumen yang menunjukkan keterlibatan ini m ­ ­engungkapkan ­usaha militer untuk menyamarkan sifat koersif dari “comfort ­system”, keikutsertaan otoritas lokal, dan supervisi militer k­ ­ epada pelaku ­individual dalam proses rekrutmen. Memo rekrutmen ­tersebut ditulis secara lengkap di bawah ini: Pemberitahuan dari Ajudan kepada Kepala Staf Tentara Area Cina ­Utara dan Kekuatan Ekspedisi Cina Tengah Merekrut perempuan lokal untuk bekerja di “comfort station” ­militer yang akan didirikan di daerah-daerah terdampak I­nsiden Cina, ­dikhawatirkan terdapat beberapa orang yang m ­ en­gklaim ­bertindak atas persetujuan militer dan t­ elah m­erusak ­kehormatan t­entara, ­dan m ­ engundang salah ­pengertian p ­ ublik. Kami juga ­khawatir, bahwa ­dengan ­perantaraan wartawan yang ­mengikuti militer dan o ­ rang-orang yang ­mengunjungi tentara,ada pihak-pihak yang merekrut ­perempuan ­tanpa ­supervisi dan ­menimbulkan problem s­ osial. Telah ada pula c­ ontoh bagimana o ­ rangorang yang tidak tepat telah ditugasi m ­ engumpulkan ­ perempuan, mereka bahkan m ­ enculik ­perempuan dan d ­ itahan ­polisi. Hal-hal ini harus menjadi p­erhatian serius. Kedepan, t­entara di ­lapangan akan mengon­trol r­ ekrutmen p ­ erempuan dan secara teliti ­menyeleksi ­orangorang yang akan ­melaksanakan tugas ini. Tugas ini akan ­dilaksanakan melalui kerja sama erat dengan polisi militer atau satuan polisi lokal. ­Demikianlah Anda diberitahukan mengenai perintah (dari ­Kementerian Perang) untuk m ­ enjalankan tugas ini dengan ­sangat ­memperhatikan ­kehormatan militer dan menghindari problem sosial. Memo ini secara sepintas tampaknya menunjukkan bahwa ­Kementrian Perang memiliki hendak mengakhiri praktek penculikan sebagai cara “memperoleh” perempuan untuk “comfort stations”. Bagaimanapun 41

Выберите целевой абзац3