j. Tindakan yang dilakukan petugas jika ada tahanan atau
narapidana WNA.
k. Tindakan petugas untuk menangani insiden di tempat
penahanan.
l. Perlakuan petugas terhadap narapidana/tahanan yang sedang
menyusui termasuk ruang khusus untuk menyusui.
m. Tindakan petugas jika ada keluarga tahanan atau narapidana
yang akan berkunjung di luar jam kunjungan.
n. Penempatan tahanan atau narapidanayang jumlahnya lebih
banyak daripada luas ruang sel (over capacity).
o. Tindakan petugas jika terjadi kondisi khusus seperti bencana
atau kebakaran di tempat penahanan.
p. Perlakuan terhadap tahanan atau narapidana yang masih
berstatus pelajar.
3.3.6 Wawancara dengan Tahanan
3.3.6.1 | Pertimbangan-pertimbangan umum
Berbicara dengan orang-orang yang dicabut kebebasannya membentuk dasar
dari proses dokumentasi keadaan tempat penahanan. Ini merupakan tugas yang
sensitif dan rumit. Pada setiap permulaan dari tiap pembicaraan, apakah dalam
satu kelompok atau secara personal, anggota Tim Kunjungan harus mencoba
untuk memperoleh kepercayaan dari para tahanan dan memperkenalkan diri
mereka dan mekanisme kunjungan mereka. Mereka harus menjelaskan secara
gamblang alasan keberadaan mereka di sana, apa yang dapat dan tidak dapat
mereka lakukan dan sifat kerahasiaan dari diskusi diskusi itu.
Tabel atau kuesioner untuk diskusi kelompok dan dengan mereka secara
individual merupakan perangkat yang sangat berguna untuk menjamin bahwa
seluruh elemen yang penting dipertimbangkan. Meskipun demikian, para
pengunjung harus juga memberikan ruang yang cukup di dalam wawancara yang
memungkinkan para tahanan untuk merasa lega dan dapat mengungkapkan
gagasannya secara spontan. Apabila dipergunakan secara statis, kuesioner
berisiko menyebabkan terjadinya pengulangan beberapa pola dalam penggalian
informasi. Hal ini tentu saja harus dihindari dengan segala cara.
Penting bagi pengunjung untuk mengungkapkan diri mereka secara jelas,
sederhana dan mudah dimengerti. Komentar dan pertanyaan tidak seharusnya
diformulasikan dengan cara yang dapat membatasi atau mempengaruhi cara
seseorang meresponnya. Pengunjung seharusnya mempergunakan pertanyaan
terbuka daripada menggunakan pertanyaan yang bersifat mengarahkan.
92