MODUL 3
diperbolehkan untuk mengambil bagian dalam proses penentuan prioritas dan tolok ukur
yang akan memandu pembahasan teknis tersebut. Ini berarti bahwa ketika pilihan-pilihan
alternatif kebijakan sedang ditelaah oleh para ahli, implikasi-implikasi dari pilihan-pilihan
terhadap berbagai kelompok masyarakat harus dibuat setransparan mungkin dan disajikan
dengan cara yang mudah dipahami oleh khalayak umum. Hal ini menjadi penting agar
masyarakat memiliki kesempatan untuk mempertahankan pilihan-pilihan yang paling
mewakili kepentingan mereka.
4. Tahap partisipasi. Pada tahap ini penting memastikan adanya pemantauan dan assessment
atas keberhasilan atau kegagalan dari kebijakan. Negara atau pemangku kewajiban yang
lain bisa dimintai pertanggungjawaban atas kewajiban-kewajiban mereka. Aspek utama
dari pendekatan pembangunan berbasis HAM adalah membuka seluas-luasnya ruang
kepada masyarakat yang terdampak atau bahkan dirugikan oleh kebijakan-kebijakan
yang dibuat. Mereka semestinya bisa berpartisipasi dalam memantau dan menilai
keberhasilan atau kegagalannya, serta mengambil bagian dalam proses untuk meminta
pertanggungjawaban dari para pemangku kewajiban. Memang, hal ini akan membutuhkan
pengaturan institusional yang sesuai untuk memungkinkan adanya partisipasi tersebut.
Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan kata kunci dalam perlindungan dan pemajuan HAM karena
mekanisme akuntabilitas menawarkan sebuah cara yang efektif dalam penegakan HAM.
Akuntabilitas adalah mekanisme yang memungkinkan para penerima hak untuk meminta
pertanggungjawaban dari pemangku kewajiban. Mekanisme akuntabilitas juga memberikan
kesempatan kepada pemangku kewajiban untuk memberi penjelasan mengenai berbagai
keputusan dan tindakan-tindakan yang mereka lakukan.
58 | MANUAL PELATIHAN HAM Pengarustamaan Kabupaten/Kota HAM (Human Rights Cities)