STANDAR NORMA DAN PENGATURAN NOMOR 4 TENTANG HAK ATAS KESEHATAN
197. Terdapat hubungan yang kuat antara hak atas makanan dan nutrisi yang memadai, dengan
layanan kesehatan reproduksi, yang sangat penting untuk memastikan keselamatan ibu
melahirkan.62
198. Penolakan layanan kesehatan ibu merupakan pelanggaran terhadap Konstitusi dan HAM
yang mendasar. Pemerintah harus memastikan hak atas kesehatan dan hak reproduksi
berdasarkan Konstitusi. Pengadilan dapat memulai proses ‘suo moto’ (pergerakan atas
gerakannya sendiri), untuk menegakkan hak-hak ini dalam menghadapi kelambanan dan
kelembaman (inersia) oleh pemerintah.63
199. Diperlukan upaya perbaikan situasi yang membutuhkan pemenuhan substantif hak wanita
atas kesehatan, kesetaraan, dan nondiskriminasi dalam menghadapi krisis kematian ibu
melahirkan terkait dengan ketidaksetaraan yang dihadapi wanita. 64
200. Pemerintah wajib memastikan akses ke layanan aborsi legal yang penting bagi kesehatan. 65
201. Wanita memiliki akses ke aborsi legal dalam kasus-kasus pemerkosaan, inses, atau ancaman
terhadap kehidupan atau kesehatan mereka dengan menghilangkan hambatan prosedural.
Dokter yang melakukan aborsi legal tidak dapat dituntut secara pidana. Negara wajib
mengembangkan kebijakan tentang pendidikan seksual yang berdampak positif pada hakhak reproduksi wanita.66
202. Negara wajib memastikan pemberian layanan yang memadai bagi wanita hamil, periode
pascamelahirkan berdasarkan prinsip nondiskriminasi dan kesetaraan. Negara harus
mengupayakan layanan gratis bagi wanita hamil dan periode pascamelahirkan. 67
203. Wanita tidak dapat ditahan setelah melahirkan karena kegagalan untuk membayar biaya
medis melahirkan. Wanita harus diberikan perawatan pascamelahirkan yang berkualitas
sehingga kegagalan pemerintah untuk mengimplementasikan kebijakan dapat secara
langsung dikaitkan dengan pelanggaran hak warga negara atas layanan kesehatan dan
martabat.68
62. Premlata w/o Ram Sagar & Ors. v. Govt. of NCT Delhi, W.P.C. 7687 of 2010, https://www.escrnet.org/caselaw/2015/premlata-wo-ram-sagar-ors-v-govt-nct-delhi-wpc-7687-2010.
63. Court on Its Own Motion v. Union of India (W.P. 5913/2010), https://www.escr-net.org/caselaw/2014/court-itsown-motion-v-union-india-wp-59132010.
64. Laxmi Mandal v. Deen Dayal Harinagar Hospital & Ors, W.P. (C) Nos. 8853 of 2008, https://www.escrnet.org/caselaw/2010/laxmi-mandal-v-deen-dayal-harinagar-hospital-ors-wpc-nos-8853-2008.
65. K.L. v. Peru, CCPR/C/85/D/1153/2003, Communication Nomor 1153/2003, https://www.escrnet.org/caselaw/2016/kl-v-peru-ccprc85d11532003-communication-no-11532003.
66. Sentencia Constitucional Plurinacional 0206/2014, https://www.escr-net.org/caselaw/2015/sentenciaconstitucional-plurinacional-02062014.
67. Alyne da Silva Pimentel v. Brazil (Communication Nomor 17/2008) https://www.escrnet.org/caselaw/2011/alyne-da-silva-pimentel-v-brazil-communication-no-172008.
68. J.M. v. Attorney General and 6 others, https://www.escr-net.org/caselaw/2019/jm-v-attorney-general-and-6others.
42