d) Indonesia sebagai warga bangsa-bangsa dan anggota dari PBB wajib melakukan
kerjasama internasional untuk penanganan pengungsi Rohingnya.
Anak-anak Timor Leste yang dipisahkan dari keluarganya
Narasi tentang permasalahan anak-anak yang dipisahkan dari keluarganya di
Timor Timur (Timtim) dalam masa pendudukan Indonesia mulai (1975-1999)
terungkap antara 2001 sampai 2005 dalam proses pengungkapan kebenaran
oleh Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi di Timor Leste (CAVR - A
Comissão de Acolhimento, Verdade e Reconciliação). Informasi resmi berasal
dari salah seorang perwakilan PBB yang mengurus masalah pengungsi (UNHCR)
memberikan informasi kepada CAVR bahwa antara 1975-1999 ada 4.534 anakanak Timor Leste yang masih kecil yang dipindahkan ke Indonesia (Laporan CAVR
Bagian 7.8.4.1 No. 353).
Sebagian dari anak-anak itu diambil secara perorangan-khususnya oleh tentara
Indonesia dan/atau pegawai negeri sipil Indonesia dan/atau warga Indonesia
lainnya yang saat itu tinggal/berusaha di Timor Timur. Ada sebagian anak-anak
yang dijadikan TBO (Tenaga Bantuan Operasional) pasukan Indonesia. Mereka
menjadi penunjuk jalan, pembawa barang, penyedia makanan dan perlengkapan,
hingga memegang senjata. Sebagian lainnya dikirim ke panti-panti asuhan yang
dikelola instansi pemerintah atau swasta atau keagamaan dan/atau yayasan
sosial keluarga mantan Presiden Suharto. Praktik ini terus terjadi sepanjang masa
pendudukan Indonesia. Selain itu, ada banyak anak Timor Leste yang lebih tua
yang dikirim untuk belajar di Indonesia.
Sejalan dengan rekomendasi KKP, Komnas HAM dan Provedoria Dos Direitos
Humanos E Justica (PDHJ) atau Komnas HAM Timor Leste menandatangani
Memorandum of Understanding (MOU) pada 2011 yang kemudian diperbaharui pada Mei 2013. Kedua lembaga menyepakati beberapa isu strategis untuk
segera ditindaklanjuti, antara lain tentang “Anak-anak yang dipisahkan dari
keluarga pada masa pra-kemerdekaan”.
Permasalahan anak-anak yang dipindahkan dari Timtim telah terekam dalam
Laporan CAVR yang terbit pada 2005 dan Laporan KKP Indonesia – Timor Leste yang
diterbitkan 2009. Selain itu, issue ini telah dipublikasikan dalam buku “Making
Them Indonesians: Child Transfers Out of East Timor” yang dikembangkan dari
disertasi doktoral Helene van Klinken, pada 2012. Sebelum publikasi resmi,
informasi tentang masalah ini telah menjadi pengetahuan umum masyarakat
Laporan Tahunan 2015 / Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
37