Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga aktif di beberapa kegiatan tim yang dibentuk Sidang Paripurna. Salah satunya yakni keterlibatannya dalam Tim Pemantauan Erupsi Merapi, Tim Pemantauan peristiwa tsunami Mentawai dan banjir bandang Wasior. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan terjaminnya hak-hak dasar para korban bencana alam, khususnya di lokasi pengungsian. Lantas, siapa sosok pria yang dikenal santun dan kreatif ini? Abdul Munir Mulkhan lahir di Jember, 13 November 1946. Ia adalah guru besar filsafat pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pendidikan S-1 pernah ia lakoni di beberapa universitas: Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Jember (1967- 1968), Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Metro (1971-1974), Fakultas Hukum Universitas Negeri Lampung (1974-1975), Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1979-1981), dan Fakultas Filsafat UGM (1979-1982). Menyelesaikan program pasca sarjana (S-2) Sosiologi UGM (1988) dan meraih gelar doktor ilmu sosiologi UGM (1999). Pada 2003 ia mengikuti program post doktoral McGill University, Montreal, Canada. Pada 2006 mengikuti Visiting Research Fellow Institute Defence and Strategic Studies (IDSS) Nanyang Technological University of Singapore. Berbagai pengalaman organisasi pernah dilakoninya baik di tingkat nasional maupun internasional. Selama dua periode sejak 1985-1990 ia menduduki posisi Wakil Sekretaris MUI DIY. Pada 2000-2005 ia menjadi Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia juga menjadi Dewan Penasehat Pusat Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Di tingkat internasional ia menjadi Dewan Penasehat Liberation for All (Libforall) sebuah LSM internasional yang berpusat di North Carolina. Ia dikenal sebagai penulis yang produktif. Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai media massa lokal maupun nasional, baik di koran harian, majalah maupun jurnal. Belasan buku sudah ia terbitkan sejak 2000, diantaranya berjudul ”Moral Politik Santri: Agama dan Pembelaan Kaum Tertindas” (2003). ”The Power of Angel, Membela Sesama Menggapai Surga” (2005), ”Satu Tuhan Seribu Tafsir” (2006), ”Sufi Pinggiran: Menembus BatasBatas” (2007), dll. Komisioner Pengkajian dan Penelitian, Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, S.U terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, baik sebagai narasumber seminar maupun terlibat dalam pemantauan. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia 33

Выберите целевой абзац3