Tabel 4. Nilai Investasi Sektor Rill dan Infrastruktur Seluruh Koridor Ekonomi MP3EI Koridor Ekonomi Nilai Investasi Sektor Rill Infrastruktur Total (Rp. Miliar) Sumatera 404,053 572,127 976,180 Jawa 323,045 1,813,740 2,136,785 Kalimantan 280,962 165,610 446,572 Sulawesi 97,579 186,785 284,364 Bali dan Nusa Tenggara 140,045 70,266 210,311 Papua-Kep. Maluku 464,042 121,364 585,406 Total 2,447,285 2,929,892 5,377,177 Sumber: Sekretariat KP3EI Data di atas juga memperlihatkan bahwa skema pembangunan MP3EI tetap menempatkan Pulau Jawa sebagai prioritas pembangunan. Artinya, MP3EI lebih memberikan perhatian pada kawasan yang selama ini secara infrastruktur memang sudah lebih baik. Padahal, data BPS (2009) menunjukkan bawah provinsi yang memiliki nilai indeks infrastruktur dan pelayanan publik terendah berada di luar Pulau Jawa, yakni Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Lampung dan Kalimantan Tengah. Dengan komposisi investasi infrastruktur yang diskriminatif tersebut, maka rasanya sulit mengharapkan MP3EI akan mengangkat derajat pembangunan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi diprediksi kian eksklusif dan pada gilirannya akan meningkatkan tingkat ketimpangan antara Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan Kawasan Barat Indonesia (KBI). Padahal semangat yang diusung dalam MP3EI sejatinya untuk mengatasi persoalan ketimpangan pembangunan wilayah sebagaimana terlihat pada Gambar 8 tentang komposisi kontribusi regional dalam pembentukan PDB nasional. Gambar tersebut menegaskan bahwasanya perekonomian Indonesia memang masih terpusat di Koridor Jawa dan Sumatera dengan tingkat kontribusi kedua koridor tersebut mencapai 81 persen. Pelanggaran Prinsip-Prinsip Pembangunan Berbasis HAM 67

Select target paragraph3