industri menengah ke bawah (UMKM) karena semakin membanjirnya produk impor di pasar nasional. Situasi ini kian runyam dan sulit manakala melihat angka ketergantungan industri nasional terhadap bahan baku dari luar. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, nilai impor bahan baku dan bahan penolong untuk industri mencapai 70 persen dari total impor pada Juli 2013. Ironisya, peran pelaku ekonomi domestik dalam MP3EI justru makin terpinggirkan. Fakta ini kian menunjukkan bahwa MP3EI pada dasarnya tidak ditujukan untuk penguatan struktur ekonomi dan pemberdayaan kelompok miskin, rentan, dan termarjinalkan. Potret yang kurang lebih sama terlihat dalam peringkat daya saing ekonomi nasional. Studi Forum Ekonomi Dunia memperlihatkan, indeks daya saing Indonesia tahun 2013-2014 naik ke posisi ke-38 dari posisi ke-46 pada tahun 2012-2013. Meskipun membaik, laporan tersebut menunjukkan bahwa posisi Indonesia masih tetap berada di belakang Singapura, Malaysia, dan Thailand. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia hanya lebih baik dari pada Filipina (59),Vietnam (70), dan Kamboja (88). Lebih memprihatinkan lagi, data Bank Dunia menyebutkan, tenaga kerja Indonesia yang terampil hanya sekitar 7 persen dari total angkatan kerja. Statistik ini tentu saja memprihatinkan mengingat Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan penduduk usia produktif yang melimpah. Artinya, dari sisi sumber daya manusia (SDM), Indonesia hanya menjadi pemasok buruh murah. Rata-rata tingkat pendidikan warga negara Indonesia memang masih rendah (hanya 7 tahun). Kondisi angkatan kerja dengan kualitas yang belum memadai ini (unskilled labor) jelas melemahkan daya saing bangsa di tengah kompetisi global. Akibatnya, Indonesia hanya jadi “bulan-bulanan” belaka dalam percaturan ekonomi internasional. Hal ini bisa dicermati lebih jauh dari data angkatan kerja yang dikeluarkan Bank Dunia. Berdasarkan data Bank Dunia, angkatan kerja Indonesia masih didominasi oleh angkatan kerja dengan tingkat pendidikan primer yaitu sekitar 53.5 persen. Berbeda dengan negara 52 Kajian MP3EI dalam Perspektif Hak Asasi Manusia

Select target paragraph3