Gambar 6. Neraca Perdagangan Non Minyak dan Gas Gambar 6.Indonesia Neraca Perdagangan Non2008-2013 Minyak dan Gas Total Periode Total Periode (Nilai:Indonesia Juta US$) 2008-2013 (Nilai: Juta US$) 180000 160000 140000 Ekspor 120000 100000 80000 Impor 60000 Ekspor-Impor 40000 20000 9249,7 19643,2 25285,5 21488,9 0 2008 Sumber: BPS, diproses oleh Pusat Data 2009 2010 3917,6 2011 2012 Perdagangan dan Informasi, Kementerian Perdagangan Sumber: BPS, diproses oleh Pusat Data Perdagangan dan Informasi, Kementerian Perdagangan Data diatas menunjukkan bahwa sektor yang perkembangannya cenderung negatif dan meyumbang defisit terbesar pada neraca perdagangan adalah sektor minyak dan gas. Terlihat pada tabel di atas bahwa kinerja ek spor -impor nasional jatuh Data di atas menunjukkan sektor yang perkembangannya hingga 126 persen dari 2012 sampai 2013. bahwa Selain itu, kinerja ekpor -impor pada sektor cenderung negatif dan meyumbang defisitdariterbesar pada neraca non minyak dan gas juga menunjukkan trend negatif tahun 2008 sampai 2012 6 . Artinya, p eningkatan yaitu sebesar -13.63 persen yang terlihat pada gambar perdagangan adalah sektor minyak dan gas. Terlihat pada tabel di atasimpor sektor non minyak dan gas lebih besar dan cenderung meningkat dari tahun ke bahwa kinerja ekspor-impor nasional jatuh hingga 126 persen dari tahun dibandingkan ekspor. Dengan kata lain, produk impor di pasaran semakin 2012 jumlahnya. sampai 2013. Selain itu, kinerja ekpor-impor pada sektor non meningkat Hal ini jelas mengkhawatirkan karena masyarakat didorong minyak dan gas juga menunjukkan negatif dari tahun menjadi masyarakat yang konsumtif. trend Pengaruh lainnya yang2008 tidaksampai kalah mengkhawatirkan adalah melemah bahkan matinya industri nasional, terutama 2012 yaitu sebesar -13.63 persen yang terlihat pada gambar 6. Artinya, para pelaku industri menengah ke bawah (UMKM) karena semakin membanjirnya peningkatan impor sektor non minyak dan gas lebih besar dan cenderung produk impor di pasar nasional. meningkat dari tahun ke tahun dibandingkan ekspor. Dengan kata lain, angka ketergantungan Situasiproduk ini kia impor n runyam sulit manakala di dan pasaran semakin melihat meningkat jumlahnya. Hal iniindustri jelas nasional terhadap bahan baku dari luar. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, nilai mengkhawatirkan karena masyarakat didorong menjadi masyarakat impor bahan baku dan bahan penolong untuk industri mencapai 70 persen dari total Pengaruh lainnya yang tidakdomestik kalah mengkhawatirkan imporyang pada konsumtif. Juli 2013. Ironi sya, peran pelaku ekonomi dalam MP3EI justru melemah bahkan industri nasional, pelaku makinadalah terpinggirkan. Fakta inimatinya kian menunjukkan bahwaterutama MP3EI para pada dasarnya tidak ditujukan untuk penguatan struktur ekonomi dan pemberdayaan kelompok miskin, rentan, dan termarjinalkan. Potret yang kurang lebih sama terlihat dalam peringkat daya saing ekonomi Kandungan Pokok MP3EI 51 nasional. Studi Forum Ekonomi Dunia memperlihatkan, indeks daya saing Indonesia tahun 2013 -2014 naik ke posisi ke -38 dari posisi ke -46 pada tahun 2012 2013. Meskipun membaik, laporan tersebut menunjukkan bahwa posisi Indonesia

Select target paragraph3