MODUL 3 2. Pembangunan Berbasis HAM versus Pembangunan Berbasis Kebutuhan Berbeda dengan pendekatan berbasis hak asasi manusia (HAM), pendekatan pembangunan berbasis pemenuhan kebutuhan sifatnya sangat terbatas dan hanya memenuhi target atau kebutuhan jangka pendek. Dari berbagai pengalaman, strategi pembangunan dengan pendekatan pembangunan berbasis kebutuhan kerap menimbulkan berbagai masalah lanjutan dalam jangka menengah dan jangka panjang. Sayangnya, selama ini dapat dilihat strategi pembangunan yang diimplementasikan oleh pemerintah baik di tingkat nasional maupun daerah, masih menggunakan pendekatan yang berbasis pada pemenuhan kebutuhan (need based approach). Berkaitan dengan masalah tersebut maka perlu dipahami secara jelas perbedaan antara hak dan kebutuhan. Hak adalah sesuatu yang melekat semata-mata karena seorang individu adalah manusia. Dengan adanya hak yang melekat itulah seorang individu hidup dengan martabatnya. Lebih dari itu, hak dapat digunakan di hadapan negara dan sudah menjadi bagian dari kewajiban negara untuk menghargainya. Di sisi lain, kebutuhan adalah aspirasi yang mungkin saja cukup untuk diakui, namun kebutuhan tidak memerlukan keterkaitan dengan kewajiban negara untuk memenuhinya; nilai kepuasaan dari suatu kebutuhan, tak bisa dipaksakan. Hak asasi berkaitan dengan “keberadaan” (“being”), sedangkan kebutuhan berkaitan dengan “kepemilikan” (“having”). Dengan pendekatan berbasis kebutuhan, masyarakat diposisikan sebagai “objek pembangunan”, dan bukan menjadi “subjek pembangunan”. Masyarakat tidak diberi kesempatan untuk berpartisipasi dan berkontribusi untuk merancang strategi pembangunan yang dibutuhkannya. Masyarakat semata-mata hanya menjadi penerima pembangunan yang telah ditentukan oleh negara, meskipun strategi pembangunan yang dijalankan seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Penting dipahami bahwa menjalankan pembangunan dengan cara memberi dan menyediakan pelayanan untuk kebutuhan dasar sungguh sangat berbeda dengan proses untuk menjamin bisa ternikmatinya hak asasi. Hak asasi yang melekat di dalam diri setiap individu, bagaimanapun tidak boleh diabaikan. Seorang individu tidak bisa diminta bersabar menunggu untuk menikmati pembangunan sampai terlebih dulu ada penghormatan terhadap martabatnya. Martabat manusia, dan begitu juga menjadi manusia, justru adalah landasan dasar dari digagasnya pendekatan pembangunan berbasis HAM. Sebaliknya, arah utama dari pendekatan pembangunan berbasis HAM bertujuan untuk memberi pengaruh bagi adanya akuntabilitas dan keseimbangan dalam proses pembangunan. Dalam hal ini, keseimbangan dan akuntabilitas antara masyarakat sebagai pemegang hak 44 | MANUAL PELATIHAN HAM Pengarustamaan Kabupaten/Kota HAM (Human Rights Cities)

Select target paragraph3