SUMAT E R A Air adalah hal penting dalam kehidupan perempuan. Perempuanperempuan mengambil air di pagi dan sore hari di mata air terdekat. Sekitaran talang umumnya masih terdapat hutan-hutan tua, di mana dari akar-akar pohon besar dan bambu masih menyembul mata air. Sumber air terdekat dari Talang Batu Betiang, yaitu Air Umbai Abu. Air Umbai Abu dapat dicapai dengan jalan menurun di antara kebun kopi penduduk. Terletak di pinggir hutan, mata air tersebut relatif kecil, namun sangat deras alirannya. Airnya keluar dari bawah akar pohon bambu dan sebuah pohon besar yang lingkar batangnya tiga pelukan orang dewasa. Biasanya di pagi dan sore hari, perempuan-perempuan pergi ke mata air untuk mengambil air, mencuci pakaian dan mencuci piring dan sekaligus mandi dan memandikan anak. Laki-laki boleh turun ke Umbai Abu bila tidak ada perempuan. Hanya suami istri yang boleh mandi bersama di Umbai Abu. Biasanya bila hendak ke Umbai Abu, sebelum sampai, di atas tanjakan, seseorang harus bertanya “Ada orang?” Bila tidak ada yang menjawab, maka ia boleh turun, namun bila ada yang menjawab dan itu perempuan, maka ia harus menunggu. Oleh karena Umbai Abu adalah sumber air terdekat, maka ia dilestarikan, tanaman di sekitarnya tidak boleh ditebang. Secara khusus terdapat kebijakan ketua adat yang menyebutkan bahwa sumbersumber air dan tanah-tanah perengan tidak boleh diganggu. Kelestarian air tersebut bisa dilihat dengan masih banyaknya serangga aneka warna yang datang bermain ke Umbai Abu. Penulis menemukan kupu-kupu hitam yang biasanya hanya ada di hutan tua, juga kupu-kupu warnawarni yang biasanya berada di hutan muda. Hutan kopi merupakan di antaranya. Terdapat seekor yang berwarna biru muda cerah. Juga Kinjang berwarna merah dan biru tua. Jenis yang sudah sangat jarang bisa ditemukan di lingkungan penulis. Sedangkan sungai terdekat, yakni Sungai Batu Betiang. Sungai ini berbatu-batu besar. Di dindingnya terdapat batu-batu hitam, seperti granit bersusun menyerupai tiang. Itulah mengapa masyarakat menyebutnya Sungai Batu Betiang. Di atas sungai melintas jembatan bambu yang menjadi penghubung antara Talang Batu Betiang dan Talang Cemara. Menuju sungai ini luar biasa jauh dan menurun sehingga kembali dari sungai kita sudah berkeringat lagi karena harus berjalan menanjak. Sungai-sungai ini dijaga kelestariannya oleh masyarakat dengan aturan-aturan kolektif adat. 71

Select target paragraph3