SUMAT E R A sanggup mendaki, seperti kijang tersebut. Dari Sawang, Kabupaten Kaur, perjalanan dapat dilanjutkan dengan naik sepeda motor selama 1 jam hingga ke Simpang PDI. Ada tiga alternatif menuju Dusun Lame, melalui jalur Simpang PDI, jalur Simpang Kolek dan jalur Merpas. Jalur Simpang PDI merupakan jalur yang terpendek menuju lokasi yang dapat ditempuh sekitar 5 jam perjalanan. Dari titik ini, kita harus berjalan kaki selama 2 (dua) jam melintasi jalan sempit di tengah-tengah hutan yang tidak terlalu tua terdiri dari beragam kayu, bambu, dan perdu. Sebagian hutan tersebut telah ditanami dengan kopi. Jalanan tersebut kerap terjal mendaki, dan menurun. Terdapat 2 titik pemberhentian untuk beristirahat, satu titik bernama Pagar Buluh, di mana terdapat sebuah batang kayu tua yang telah tumbang dan sedikit pelataran untuk duduk. Di sini menjadi tempat pemberhentian sebelum masuk ke jalan besar bila dari dalam hutan. Pemberhentian kedua, setelah melewati jembatan bambu di atas Sungai Menulah adalah saat berada di posisi tertinggi naik kembali dan bertemu dengan padang kopi. Tanjakan dan tebingnya sangat tinggi di sini, sangat sulit ditempuh sepeda motor di bagian ini. Dulu ada jembatan permanen di atas Sungai Menula tersebut, namun dalam peristiwa 2012 jembatan ini dibakar oleh Polisi Hutan (Polhut, sehingga akses jalan dengan sepeda motor terputus. Saat ini hanya tersedia jembatan bambu yang hanya mungkin untuk dilewati oleh pejalan kaki. Di samping itu, tebing sungai ke bawah Sungai Menula sangat tinggi sekali. Dari titik atas tanjakan setelah Sungai Menula ini dinamakan Pulau Tengah oleh masyarakat. Selain berjalan kaki, kita bisa menaiki kendaraan sepeda motor trailer dari sini selama sekitar 2—3 jam perjalanan dalam kondisi tidak hujan atau baru selesai hujan. Jangan bayangkan jalanan tersebut rata. Jalanan yang dimaksud adalah jalan kelinci yang berlubang di banyak tempat, di tengah-tengahnya menjorok jalur ke dalam tanah untuk roda sepeda motor trailer tersebut. Bila habis hujan, maka perjalanan 2 jam tersebut bisa di tempuh 1 hingga 2 hari perjalanan. Para petani Semende memasang rantai di ban belakang kereta agar bisa melaju dengan baik di jalanan tersebut. Tanah yang dilewati sebagian besar berupa tanah merah lempung, sehingga bila jalan tersebut basah di bagian yang menanjak sangat sulit untuk naik, sementara di bagian yang menurun sangat licin dan berbahaya untuk turun sehingga harus perlahan-lahan. Perjalanan tersebut melewati tebing, dataran, puncak bukit, hutan-hutan kecil beberapa kali, 59

Select target paragraph3