Penutup
Upaya pengembangan indikator hak asasi
manusia dilakukan untuk mengukur upaya
negara dalam menjalankan kewajibanya.
Diharapkan pada saatnya nanti juga dapat
dibentuk sebuah indeks penghormatan,
perlindungan dan pemenuhan HAM bagi setiap
negara. Proses pengembangan indikator HAM
ini meliputi beberapa tahap. Catatan penting
dalam proses ini adalah keterlibatan para
pemangku kepentingan, aparat pemerintah
yang utama, namun sangat penting juga untuk
selalu melibatkan elemen masyarakat sipil.
Dalam proses pengembangan dan penyusunan
indikator ini, hal yang penting untuk dicatat
adalah memastikan elemen dari hak yang
akan diukur. Elemen ini harus sungguhsungguh mencerminkan muatan dan lingkup
dari hak tersebut. Penggunaan rujukan dari
berbagai Instrumen HAM internasional berikut
Komentar Umum yang dikeluarkan oleh Badan
Perjanjian PBB dan/atau dokumen lain yang
dikeluarkan PBB juga sangatlah penting untuk
mengidentifikasi muatan hak, dan hal lain yang
terkait. Namun demikian, relevansi dengan
konteks yang dihadapi di Indonesia pada tingkat
lokal juga menjadi bahan pertimbangan utama.
Pengumpulan dan Ketersediaan data menjadi
tantangan tersendiri yang harus dihadapi pada
tahap pemanfaatan indikator untuk pengukuran
hak asasi manusia di lapangan. Namun tentunya
tidak memundurkan upaya pengembangan dan
penyusunan indikator ini.
Keberadaan
indikator
ini
diharapkan
mampu menjadi alat bantu dalam upaya
penghormatan, perlindungan dan pemenuhan
HAM. Penyempurnaan – penyempurnaan
tentunya masih perlu dan terus dilakukan guna
mendapatkan data dan informasi yang akurat.
Sejatinya upaya pengembangan untuk indikator
hak lain dapat juga terus dilakukan. Sejatinya
penghormatan, perlindungan dan pemenuhan
HAM menjadi keniscayaan.
SEBUAH PENGALAMAN KOMNAS HAM | 63