BAB IV D I N A M I K A L I N G K U N G A N S T R AT E G I S • Gatra Sumber Kekayaan Alam32) Salah satu faktor penting yang menjadi landasan bagi perlunya diadakan Konferensi Hukum Laut PBB ke-III, menurut Kusuma-Atmadja adalah berkenaan dengan kepemilikan sumberdaya laut. “Pertumbuhan ketergantungan umat manusia pada laut sebagai sumber kemakmuran, sumber-sumber kekayaan hayati laut berupa mineral termasuk hydrocarbon menjadi semakin bertambah penting sebagaimana sumber daya alam darat yang terus menerus dihabiskan karena semakin bertambahnya penduduk...”33) Pengelolaan sumber kekayaan di daratan34) dan kelautan yang terencana, sistematis dan terpadu dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan,35) yang semata-mata diperuntukkan bagi tercapainya tujuan nasional, maka akan menciptakan peningkatan yang berkelanjutan pada kesejahteraan seluruh warganegara sehingga dengan sendirinya akan meningkatkan Ketahanan Nasional hingga ke taraf tangguh per definisi. Namun, dalam kenyataannya, apa yang terjadi sejak kemerdekaan, adalah sebagaimana yang digambarkan oleh Geertz tentang suasana tahun 1950an: “Di Indonesia, kemapanan sebuah negara kesatuan bumi putra menghasilkan fakta bahwa Pulau-pulau Luar yang sedikit penduduknya namun kaya mineral menghasilkan 32) Wkipedia: “Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.” https://id.wikipedia.org/wiki/ Sumber_daya_alam 33) Pane. Penyusun. Rekam Jejak Kebangsaan:Mochtar Kusuma-Atmadja. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2015. Halaman 328. 34) Sumber daya alam: minyak tanah, kayu, gas alam, kuningan, timah, bauksit, tembaga, tanah yang subur, batu bara, emas, perak. https://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia 35) Satu contoh yang terkini adalah masalah pengelolaan lahan yang menimbulkan kabut asap yang mendorong munculnya masalah internasional. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatakan: “bahwa kerugian akibat kabut asap 2014 yang dihitung selama tiga bulan dari Februari sampai April hanya dari Provinsi Riau mencapai Rp20 triliun... Kalau melihat skalanya lebih luas, pasti lebih tinggi (kerugiannya). Pada 2014 terkonsentrasi terutama di Riau, sekarang lebih meluas penyebaran asapnya di Sumatera dan Kalimantan.” http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/09/150917_indonesia_ kerugian_kabutasap Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional 81

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents