PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
yang terpenying untuk saya adalah: para pelaku dan siapa pun yang
bertanggung jawab menyampaikan permintaan maaf. Yang kedua, saya
ingin dunia tahu apa yang kami alami agar dapat memetik pelajaran
bahwa penguasaan perempuan oleh militer tidak akan pernah terulang
kembali. Ketiga, saya menuntut kompensasi yang adil atas kerusakan
yang diderita diri saya dan properti saya. Saya dan keluarga saya telah
kehilangan begitu banyak. Hidup kami dirampas dalam tempo satu hari.”
Tuntutan umum lainnya adalah agar kebenaran diungkapkan. Lu M
angMei dari Taiwan berkata, “Generasi muda Jepang tidak tahu banyak
mengenai penderitaan kami. Masyarakat tidak mengetahui k ebenaran
karena semua data telah dibakar. Apa gunanya?”Ahn Buk-Soon dari Korea
mengatakan bahwa “para pelaku harus m
empertanggungjawabkan
tindakannya dan membeberkan apa yang sebenarnya terjadi” dan lebih
lanjut lagi: “Dan kami harus mengoreksi pernyataan bahwa hal-hal itu
tidak pernah terjadi. Hal-hal itu sungguh-sungguh terjadi.” Teng Kao
Pao-Chu dari Taiwan menyatakan:
Saya sangat marah kepada Jepang. Mereka menyatakan bahwa mereka
melakukannya untuk negara. Tapi, kami melakukannya untuk siapa?
Untuk Jepang? Mereka membawa kami dengan menipu, dan menyebut
kami “ayam”, sangat menyakitkan! Mengapa mereka tidak merekrut
perempuan Jepang, malah merekrut kami! Dan Jepang berpura-pura
tidak tahu apa-apa, dan kami harus mengajukan tuntutan hukum kami
sendiri! Seluruh masa muda saya telah dihancurkan seperti ini! Hal
ini tidak bisa dibiarkan! Banyak orang yang tahu bahwa kami pernah
berada di sana, tidak ada yang menginginkan kami, dan semua orang
memandang rendah. Saya juga telah mengirim uang ke Taiwan,dan
karena keluarga saya tidak pernah menerimanya, saya ingin uang itu
kembali, dan saya minta permintaan maaf terbuka dari Pemerintah
Jepang.
Lin Shen-Chung (Iyang-Apay) dari Taiwan bersaksi, “Masa laluku
sangat traumatis ... kalau memikirkan masa lalu, hati saya terasa amat
sakit. Sekarang saya sudah tua dan lemah. Jadi, apa yang bisa saya
perbuat? Hanya Pemerintah Taiwan yang menolong kami. Di manakah
Pemerintah Jepang? Saya menuntut permintaan maaf dan kompensasi
dari Pemerintah Jepang.”
164
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents