Temuan FAKTA-FAKTA torehkan sangatlah dalam... saya meminta keadilan. Saya meminta keadilan.” Maxima Regala de la Cruz dari Filipina menyatakan, “Para ­perempuan di bario kami yang diperkosa tentara Jepang memiliki hak untuk menuntut keadilan dan kompensasi finansial.” Banyak saksi korban yang mengungkapkan keinginan mereka untuk menerima permintaan maaf langsung dari pelakunya sendiri. Virginia Manalastas Bangit dari Filipina menyatakan, “Kami ingin P­emerintah Jepang mengakui apa yang telah dilakukannya kepada kami, dan ­membayar penderitaan yang harus kami lalui akibat perbuatannya. Para tentara yang memperkosa saya pasti seumur dengan saya pada saat perang, dan mungkin saat ini mereka masih hidup. Mereka harus ­meminta maaf kepada kami dan melakukan ganti rugi.” Di Filipina, sejumlah besar penyintas “comfort station” dan Mapanique bersaksi bahwa mereka telah bergabung dengan Malaya Lola (sebuah organisasi penyintas perbudakan seksual di Perang Dunia II) untuk menuntut kompensasi sebagai perwujudan mendapatkan keadilan. ­ ­Rosaria Culala Buco dari Filipina menyatakan, Saya masuk Malaya Lola karena berbagai kesulitan yang saya alami. Sekarang saya membuka aib yang sangat memalukan itu kepada s­ eluruh Filipina dan seluruh dunia, agar Pemerintah Jepang muncul k­ esadaran untuk mengkompensasi para korban. Mereka harus m ­ emberikan kompensasi atas rumah-rumah yang mereka bakar, barang-barang yang mereka curi dan karena telah merampas harga diri para korban ­perkosaannya. Fermina Bulaon de la Pena menyatakan, “Saya bergabung dengan ­Malaya Lola untuk mencari keadilan atas segala tindak kekerasan yang ­dilakukan Jepang. Saya ingin mendapatkan ganti rugi atas k­ erusakan terhadap pribadi serta properti saya.” Florencia Macapagal de la Pena menyatakan, “Tujuan saya bergabung dengan Malaya Lola adalah u ­ ntuk ­mendapatkan keadilan atas segala hal yang terjadi kepada kami. Saya ­ingin pihak Jepang memahami penderitaan yang mereka s­ebabkan. Siapa pun yang punya utang, ia harus membayarnya.”­­ ­ Leonora Hernandez Sumawang, seorang penyintas Mapanique, m ­ ­ enyatakan bahwa ia ­bergabung “­untuk menuntut keadilan dari Pemerintah Jepang. Berapapun jumlah uang tidak dapat mengkompensasi s­erangan ­ ­terhadap ­harga diri saya sebagai manusia, sebagai perempuan. Jadi, 163

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents