Temuan
FAKTA-FAKTA
oleh dunia luar. Hal ini memberikan sinyal bagi para tentara bahwa
pemerkosaan, asal dilakukan secara rahasia dan waspada menghindari
penyakit k elamin, d
apat ditolerir dan bahkan dianjurkan. Dari semua
dokumen resmi terungkap bahwa tujuan utama militer Jepang a dalah
“
menyediakan” cukup banyak perempuan untuk tentaranya, serta
mencegah rasa permusuhan dan ketidaksenangan masyarakat m
aupun
komunitas internasional. Tidak terdapat indikasi apa pun dalam
dokumen resmi Jepang bahwa ada sesuatu yang dilakukan atau ada
perintah u
ntuk memastikan b
ahwa para perempuan tersebut tidak
direkrut di luar k einginan mereka. Selain itu, tidak terdapat indikasi
apa pun dalam d
okumen resmi Jepang atau dalam kesaksian para sisa
korban mengenai proses pemulangan perempuan-perempuan t ersebut.
Dua mantan serdadu yang bersaksi di hadapan Pengadilan ini mengakui
bahwa mereka telah memberi tahu bawahannya bahwa pemerkosaan
boleh dilakukan.
Kesaksian para korban-penyintas, sebagaimana dibahas berikut ini,
mengkonfirmasi hal-hal mengenai peran militer yang telah banyak
diungkapkan oleh berbagai dokumen serta riwayat hidup. Selain itu,
kesaksian mereka menjelaskan bagaimana peraturan-peraturan yang
merugikan tersebut pada akhirnya juga tidak dipatuhi.
2. Siapakah “Comfort Women”?
Militer Jepang memangsa anggota masyarakat yang paling lemah untuk
sistem perbudakan seksualnya--mereka yang karena usia, kemiskinan,
kelas sosial, status keluarga, pendidikan, nasionalitas atau sukunya
rentan ditipu atau diperangkap untuk menjadi budak. Para perempuan
umumnya diperoleh dari daerah-daerah yang diduduki dan dikuasai
Jepang, dan kebanyakan berasal dari komunitas miskin atau pedesaan.
Pada awalnya, militer merekrut perempuan Jepang, terutama namun
tidak hanya, pekerja seks berlisensi. Namun ketika militer m
emperluas
perang dan masalah serangan pemerkosaan kepada perempuan
setempat semakin meningkat, maka kebutuhan akan perempuan untuk
dipekerjakan di “comfort station” melonjak sampai jauh melebihi jumlah
perempuan Jepang yang tersedia. Akibatnya, perempuan dari wilayah
yang telah diduduki dan dikuasai militer Jepang banyak sekali yang
diperjual belikan, dan cukup banyak pula perempuan yang diculik pada
saat proses pendudukan daerah baru berlangsung.
107
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents