Temuan FAKTA-FAKTA Namun karena para serdadu tetap bandel mengunjungi l­okalisasi ­pelacuran setempat, dan juga karena ditemukannya kasus PMS pada “­comfort women Korea”yang baru saja direkrut, maka markas b ­ esar ­tentara menerbitkan instruksi berjudul “Panduan ­ ­ Pelaksanaan ­ Pemeriksaan Medis terhadap Pekerja Seks dan Pelayan Perempuan”. P­anduan ini mengarahkan bahwa selain perempuan “comfort”, ­semua pekerja seks di wilayah itu juga wajib mengikuti pemeriksaan ­medis ­beberapa kali seminggu156. Militer Jepang tak h ­enti-henti memperingatkan para serdadu untuk memeriksa sertifikat kesehatan pekerja seks, memakai kondom lengkap dengan pelumas yang mengandung disinfektan, dan mencuci alat kelaminnya dengan disinfektan setiap kali sehabis mengunjungi pekerja seks atau fasilitas “comfort” 157. Seturut waktu, ditemukan pula bukti bahwa Tentara Kwantung yang ditempatkan di Manchuria, di mana Jenderal HATA menjabat ­komandan divisi, 158, juga mengelola setidaknya satu fasilitas “­comfort” pada 1933159. (b) Perkosaan Nanking Sistem perbudakan seksual militer telah sedemikian rupa m ­ elembaga seturut peristiwa-peristiwa baik sebelum maupun selama invasi N ­ anking, yang menghasilkan suatu penaklukan yang amat brutal, dan dikenal sebagai “Perkosaan Nanking”. Pada Juli 1937, Jepang memulai perang terbuka dan besar-besaran terhadap Cina, sampai ­mengirimkan ratusan ribu serdadu di bawah komando Jenderal MATSUI. Begitu memasuki ­­ Nanking, pasukan Jenderal MATSUI ini melakukan p ­embunuhan, ­penyiksaan, perkosaan, dan tindak kekejaman lainnya dalam skala yang sangat besar160. Suatu paradoks jahat, pemerkosaan Nanking menjadi motivasi yang signifikan untuk melembagakan fasilitas perbudakan s­eksual. ­Fasilitasfasilitas tersebut, yang semula konon dibangun untuk mencegah tindak perkosaan tak terkendali, ternyata kemudian menjadi tempat serdadu memuaskan hasrat seksualnya dengan aman, nyaman, murah dan tanpa batasan apapun. IMTFE memperoleh bukti yang sangat banyak atas serangan dan ­penaklukan Nanking oleh tentara Jepang. Dibuktikan bahwa ­tentara Jepang di Nanking melakukan “penbantaian massal, pembunuhan 63

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents