Hukum YANG BERLAKU dan setelah pendudukan Nanking. Pertimbangan Hakim menyatakan “tentara [Jepang] perorangan dan berkelompok dua atau tiga orang berkeliaran menjelajah kota, melakukan pembunuhan, perkosaan, penjarahan, dan pembakaran.” 382. Selanjutnya dari Nanking, dibawah komando Jenderal HATA tentara Jepang bergerak ke Changsha, dan lagilagi “secara bebas melakukan pembunuhan, perkosaan, pembakaran rumah, dan berbagai tindakan kejam lainnya di seluruh distrik tersebut.” 383. Tidak lama sesudah itu, mereka meneruskan perjalanan ke Kweilin dan “melakukan berbagai tindakan keji seperti perkosaan dan penjarahan.” 384. Adapun dalam kaitannya dengan “comfort women”, para Hakim Tokyo menemukan bahwa HATA memimpin tentara Jepang “merekrut perempuan berdalih untuk buruh pabrik kemudian memaksa mereka melayani tentara Jepang.” 385. Putusan IMTFE mencatat sejumlah peristiwa perkosaan maupun kekerasan seksual lainnya yang dilakukan tentara Jepang terhadap perempuan dan laki-laki pada wilayah yang diduduki. Cukup banyak gadis dan perempuan dewasa yang diperkosa terlebih dahulu baru dibunuh kemudian. Pada kasus-kasus tertentu perempuan diperkosa berkali-kali dan organ seksual-reproduksinya dimutilasi. Contoh yang terbaca dalam Putusan ini, pada 1940 setelah membunuh semua laki-laki di kilang minyak Blora. Tentara Jepang memerkosa semua perempuan beberapa kali di hadapan komandannya 386. Contoh lain, pada 1945, “ketika sudah mulai jelas Manila akan dibebaskan, pembantaian, pemerkosaan, dan pembakaran dilakukan di segala penjuru kota.” 387. Tribunal menyimpulkan bahwa tentara Jepang membunuhi orang secara teratur dan bahwa “sebagian dari pembunuhan tersebut dilakukan... dalam kaitannya dengan kejahatan lain seperti perkosaan.” 388. Judgemen/Putusan menggambarkan kekejaman tak terperi Jepang terhadap para pengungsi yang bersembunyi di Klub Jerman di Manila: [Tentara Jepang] mengepung dan membarikade sekeliling Klub dengan bahan yang mudah terbakar, menuangkan bensin dan membakarnya. Para pengungsi terpaksa harus melarikan diri melalui api. Mereka lalu dibayonet dan ditembaki tentara Jepang yang sudah menunggu. Sejumlah perempuan diperkosa dan bayinya dibayonet dalam pelukan mereka. Selesai memerkosa, tentara Jepang menyiram rambut mereka dengan bensin dan membakarnya. Beberapa juga dipotong payudaranya 389. 207

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents