Temuan FAKTA-FAKTA diperkosa seorang tentara sembari dipegangi tentara lainnya. Ia m ­ engatakan, ”Saya mulai berdoa dan berharap mereka tidak ­membunuh saya. Saya ingin berteriak, tapi tidak ada suara yang keluar.. Ketika t­entara yang kedua berhasil memasukkan penisnya ke vagina saya, saya menutup mata berjuang menahan sakit yang saya rasakan.” Lucila ­Hernandez Payawal bersaksi, “Saya dikuasai rasa takut.” Tiga orang ­tentara ­memperkosanya secara bergantian. Ia berkata, “Pada saat itu saya ­sudah histeris. Saya menjerit-jerit dan mencakari kepala dan t­ angan t­entara tersebut.” Florencia Macapagal de la Pena bersaksi, “Seorang tentara Jepang memegangi tangan saya ketika mereka membuka baju saya. Saya terus melawan. Seorang tentara lainnya kemudian memukul kaki saya. Kapten Hiwara memperkosa saya. Mereka baru menghentikan aksi mereka pada tengah malam.” Teofila Regala Punzalan bersaksi, “Dengan gerak-geriknya ia s­eperti memerintahkan saya untuk memilih antara penis dan senapan ­ ­bayonetnya. Ia lalu memperkosa saya. Pada saat itu saya masih 14 t­ ahun.” Belen Alonso Sagum bersaksi, dua tentara menahannya s­ elama hampir 24 jam. Walau telah memohon belas kasihan dirinya masih anak-anak, mereka masing-masing memperkosanya sebanyak tiga kali. Ia b ­ erkata, “Setiap kali saya melawan, mereka mengancam akan membunuh saya. Saya baru 14 tahun. Tentara terus menerus ­menyebut saya ‘bayi’.” ­Tarcila Mangulabnan Sampang bersaksi, “Saya menangis k­ etakutan dan tidak tahu apa-apa mengenai seks. Sebelum saya s­empat melawan, saya ­ditendang sampai jatuh pingsan. Ketika saya siuman, saya sudah tidak memakai baju dan telah diperkosa. Saya ditawan di tenda itu ­semalaman. Perut saya dipukul, dan saya dipaksa ­melakukan ­hubungan seks dengan mereka. Tidak ada bagian tubuh saya yang l­olos dari jamahan mereka.” Corazon Manalili Suba bersaksi bahwa ia ­melawan ­sehingga perutnya dipukul oleh seorang tentara Jepang. Ia berkata, “Saya jatuh pingsan. Waktu siuman, saya merasa kesakitan. ­Seluruh ­tubuh saya ­memarmemar. Lalu saya melihat bahwa k­ emaluan saya berdarah. ­Sadarlah saya bahwa mereka telah memperkosa saya.” C ­ aridad ­Lansangan Turla ditahan di sebuah kamar bersama tiga gadis sebaya. Empat tentara Jepang masuk lalu memperkosa mereka. Ia b ­ ersaksi, “Orang Jepang itu ­mendorong saya ke lantai, lalu menjepit ­kedua ­lengan saya. Saya melawan dan berteriak minta tolong, tapi ia sangat kuat, sedangkan saya masih anak-anak dan sangat lemah. Ia berkali-kali ­menampar muka saya. Ia kemudian memperkosa saya. ­Setelah ia ­selesai, seorang Jepang 143

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents