PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
Rosaria Culala Buco bersaksi bahwa tiga orang tentara bergantian
memperkosanya. Mereka menendangnya ketika ia berusaha melawan.
Katanya, “Setelah itu, saya tidak dapat duduk atau berdiri. Badan saya
terlalu sakit. Saya harus merayap untuk dapat melewati pintu.” Rosalina
Buco bersaksi, tiga tentara memperkosa dirinya dan dua perempuan
lain di ruangan yang sama. Tentara yang memperkosanya mencekik
lehernya sampai ia pingsan karena ia terus melawan. Tentara itu terus
memegangi lehernya sambil memperkosa dirinya. Maxima Regala de la
Cruz bersaksi ia dan ibunya diperkosa di ruangan yang sama. Victoria
Manlili de la Cruz bersaksi, “Saya merasa tidak akan dapat bertahan dari
siksaan fisik dan mental yang saya alami sejak awal pagi itu.”
Petronila Ocampo de la Cruz bersaksi, “Saya melawannya dan
mengatakan bahwa saya sudah menikah dan tidak boleh diperlakukan
seperti ini. Saya memohon belas kasihan atas nama Tuhan. Saya b
ertanya
apakah ia mengenal saya sebagai salah satu pengurus rumah tersebut.”
Ketika ia melawan, seorang tentara memukul lengannya, m
enjadi
cedera permanen. Maria de la Paz Balagtas Culala bersaksi, “Saya tidak
mau p
ergi bersama tentara itu, tapi tidak dapat menolak k arena dikuasai
rasa takut. Pada saat ia memperkosa saya, pistolnya diletakkan di atas
ranjang.” Januaria Galang Garcia bersaksi, “Saya berusaha m
elawan
tapi ia jauh lebih kuat. Ia beberapa kali memukul perut saya. Lalu
memperkosa saya. Beberapa saat kemudian ia memperkosa saya lagi.
Kemudian ia pergi.” Rufina Quaderma Gulapa bersaksi bahwa dua orang
tentara membawanya ke sebuah kamar, melucuti pakaiannya memakai
bayonet, dan kemudian memperkosanya. Ia berkata bahwa salah satu
dari tentara tersebut “memaksa saya memegang penisnya. Saya sangat
ketakutan. Saya tidak dapat memegangnya. Ia kemudian memasukkan
penisnya ke dalam vagina saya. Saya merasakan sakit s eperti terbakar
di dalam tubuh saya. Saya menjerit. Sesudahnya, saya jatuh pingsan.
Saya tidak tahu berapa kali saya diperkosa malam itu.” Teodora M
arin
Hernandez bersaksi, “Ia jengkel karena saya terus menendang dan
melawan, sehingga ia menampari saya, lalu memperkosa saya. Saya
merasa sangat lemah pada saat itu, sehingga saya hanya bisa menangis
dan mendengar perempuan lain di ruangan itu juga menangis.”
Maria Reyes Pangilinan bersaksi, ia harus meninggalkan anaknya yang
berusia satu tahun bersama saudaranya, saat tentara m
emaksanya
dengan acungan senjata untuk pergi ke Bahay na Pula, dan disana
142
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents