Temuan FAKTA-FAKTA memberikan pelayanan seksual setiap saat dibutuhkan p ­ erwira tinggi Jepang. Mereka protes, menangis, dan melawan. Jan R ­uff-O’Herne bahkan berkata kepada mereka bahwa itu melanggar Konvensi ­Jenewa yang mengatur tata-tertib perang, tapi mereka tidak peduli. Jan R ­ ­uffO’Herne bersaksi, setiap hari ia diperkosa secara brutal oleh p ­ erwira Jepang. Ia juga diperkosa oleh dokter yang melakukan pemeriksaan medis terhadap dirinya. Pemerkosaan sering disertai dengan ancaman dan pemukulan yang keji. Jan Ruff-O’Herne menceritakan pengalaman malam pertamanya dirumah itu : Kami semua masih perawan..... Saya ingin menjadi biarawati.... Kami semua diberi nama Jepang, dan nama-nama Jepang ini, semua adalah nama bunga.....Ia menyeret saya dari bawah meja, dan saya langsung menendang dan melawannya, tapi ia kuat sekali. Ia menyeret saya ke kamar tidur, dan di kamar tidur tersebut saya kembali melawannya..... Ia melempar saya ke tempat tidur dan merobek seluruh pakaian saya.... Ia menempelkan pedangnya ke tubuh saya, mulai dari leher saya, ­kemudian pada badan saya, pada kaki saya dan ia memainkan saya s­eperti seekor kucing memainkan seekor tikus.... sampai akhirnya ia dengan brutal memperkosa saya. Dengan harapan tidak ada perwira yang tertarik jika ­penampilannya buruk/jelek, Jan Ruff-O’Herne mencukur habis rambutnya: “Saya ­memotong seluruh rambut saya...hampir mencapai kulit kepala saya.... tidak ada yang mengira akan tertarik kepada saya, tapi efeknya malah terbalik. Saya menjadi obyek rasa ingin tahu, dan semua orang ingin mendapatkan gadis yang mencukur habis rambutnya.” Para ibu dari perempuan Belanda yang dibawa pergi dari kamp ­menyampaikan protes kepada penguasa, dan setelah tiga bulan, para tentara memerintahkan para “comfort women” tersebut untuk kembali ke kamp tahanan perang, ditahan lagi sampai dibebaskan pada 1945. (h) Perbudakan Seksual di Timor Timur/Leste dan terhadap ­Perempuan Muda dan Dewasa Timor Timur/Leste Setelah menginvasi Timor Timur pada 1942, tentara Jepang m ­ elalui pemaksaan dan penipuan menjebloskan perempuan Timor dan ­keturunan Cina ke fasilitas & rumah perbudakan seksual tempat d ­ imana 99

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents