Temuan FAKTA-FAKTA menstruasi. Terutama hari Minggu jumlah tentara yang datang banyak sekali, dan beberapa dari mereka menuntut aksi layanan seksual secara kejam dan menang sendiri..... Jika para “comfort women” terlalu letih dan berusaha menolak tuntutan itu, mereka akan diancam dengan pisau, dipukuli, dan menjadi korban berbagai tindak kekerasan. Walaupun para tentara seharusnya menggunakan kondom, sebagian besar dari mereka tidak memakainya, sehingga menyebabkan banyak “comfort women” menjadi hamil sebagai akibat dari perkosaan yang ­berulang-ulang itu. Perempuan yang hamil juga tidak diperbolehkan menolak tuntutan seksual. Song Shin-Do dipecat ketika hamil untuk k­edua kalinya, kemudian ia dilempar ke fasilitas perbudakan seksual lainnya. Ujungnya ia dipaksa melayani seksual untuk tentara digaris depan, yang jauh lebih membahayakan dirinya seiring ­memuncaknya peperangan. Disana, Song Shin-Do menyaksikan sendiri berbagai ­tindakan keji yang dilakukan terhadap tawanan perang berkebangsaan Cina. Ia dan sejumlah perempuan lainnya juga harus melakukan tugas jaga. Setelah perang berakhir pada 1945, seorang tentara ­membawanya ke Jepang, dan ­meninggalkannya begitu saja. Tidak mungkin pulang ke Korea, ia menetap di Jepang dan akhirnya mendapat pekerjaan ­disebuah restoran milik Korea-Jepang serta tinggal bersama laki-laki ­pemilik restoran itu sampai meninggal. Begitulah seterusnya Song S­ hinDo ­tinggal di Jepang. Kim Yong-Suk, saksi-penyintas lainnya, bersaksi, saat berusia 12 ­tahun dan sedang bekerja pada satu keluarga kaya didatangi seorang polisi Jepang yang mengatakan bahwa ia akan mendapatkan banyak uang jika mau pergi dengannya. Ia menerima tawaran laki-laki itu, lalu ­melakukan perjalanan bersama selama berhari-hari sebelum akhirnya tiba di sebuah rumah sakit Jepang, yang juga berfungsi sebagai “c­omfort station”. Kim Yong-Suk mengingat, “disana terdapat sejumlah kamar yang ­berbeda yang ternyata bagian dari fasilitas perbudakan seksual tersebut, cukup banyak kamar, berjejeran dan [dikelilingi] tembok yang sangat tinggi dan kawat berduri serta penjaga yang mengawasi setiap sudut”. Ia ditahan di kamar paling akhir dan diberi nama Nukada. Tidak lama b ­ erselang, seorang tentara Jepang bernama Nakamura ­masuk ke kamarnya dan berkata “Mari bersenang-senang”. Ia lalu menelanjangi Kim Yong-Suk dan mengeluarkan penisnya. Kim Yong-Suk bersaksi ­tentang hari pertamanya disitu, mengatakan : 87

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents