PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
dan pemerintahan lokal termasuk Gubernur Jenderal dan polisi205. TCTC
ditugasi membangun “comfort stations” dan fasilitas lainnya seperti
jalan dan sumur di Pulau Hainan, termasuk menanggung biayanya 206.
Kemudian pada awal April 1939, TCTC--melalui anak perusahaannya
bernama Fukudai C
ompany207--menerima dan melaksanakan
permintaan
manajer s
eksi
riset Pemerintah-Jenderal Taiwan untuk
mengirimkan 90 “comfort women” ke Pulai Hainan 208. Beberapa minggu
kemudian, pada 21 April 1939, presiden TCTC mengkonfirmasikan
kepada Direktur-Jenderal Pemerintah-Jenderal Taiwan bahwa sebuah
kapal telah diberangkatkan menuju Pulau Hainan dengan membawa
“personil yang dibutuhkan secara khusus” termasuk tiga menejer dan 13
perempuan berumur antara 17 sampai 41 untuk ditempatkan di “comfort
stations” 209. Dua bulan kemudian, pada 17 Juni 1939, TCTC menerbitkan
daftar personil yang dikirim ke Pulau Hainan. Di dalam d
aftar tersebut
terdapat kuli, buruh konstruksi untuk membangun “comfort stations”,
dan “personil yang dibutuhkan secara khusus”, yang artinya adalah
“comfort women” dan personil yang terlibat dalam pengelolaan comfort
stations210.
Pada 26 Juli 1939, seorang pejabat TCTC menegaskan bahwa
keterlibatan perusahaan ini dalam pendirian “comfort stations” di
Pulau Hainan a dalah memenuhi permintaan yang asalnya dari rapat
gabungan tiga Kementerian dengan Pemerintahan-Jenderal Taiwan211.
Dengan demikian, pejabat tingkat tinggi Jepang dan perusahaan swasta
menggabungkan kekuatan mereka untuk secara aktif berpartisipasi
mengelola “comfort system” di Cina dan membeli perempuan Taiwan
untuk fasilitas-fasilitas tersebut.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, kebutuhan terhadap perempuan
untuk mengisi “comfort station” meningkat pada 1940. Divisi Pasukan
ke-21 pimpinan Jenderal ANDO meminta KOBAYASHI, Gubernur
Jenderal Taiwan, untuk membeli dan mengirimkan perempuan belia
dan dewasa212. Permintaan ini adalah permintaan kedua yang diketahui
datang dari militer Jepang dan ditujukan kepada Gubernur-Jenderal
Taiwan untuk membeli dan menyalurkan “comfort women” buat militer
Jepang.
Seperti dijelaskan dalam testimoni para penyintas dari Taiwan, m
iliter
Jepang mensupervisi dan pada beberapa kasus juga mengurus
74
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents