Temuan
FAKTA-FAKTA
k abar yang melaporkan kekejaman di Nanking kepada d
unia, telah
meninggalkan Nanking menuju Shanghai tidak lama s etelah pendudukan,
namun warga asing yang tetap tinggal terus
mendokumentasikan
dengan cukup teliti “kebiadaban yang terjadi setiap jam”disana164.
IMTFE mencatat bahwa a nggota Korps Diplomatik dan Pers bersama
Kedutaan Jepang di Nanking “mengirimkan laporan yang merinci tindak
kekejian yang dilakukan di dalam maupun di sekitar Nanking” kepada
pemerintahnya m
asing-m
asing serta kepada
Pemerintah Jepang.
Pejabat Kedutaan Jepang mengirim laporan ke Kementerian Jepang
untuk Cina165. Perwakilan Kedutaan Jerman mengabarkan kepada
atasannya tentang “kekejaman dan tindakan kriminal yang dilakukan
bukan oleh individu, tetapi seluruh angkatan bersenjata, yaitu tentara
Jepang” dan ia lalu menggambarkan tentara tersebut sebagai “mesin
kebinatangan” 166. Pada saat terjadinya invasi, korps d
iplomatik dan
warga sipil asing di Zona aman Nanking tidak hanya melaporkan kadar
kekejaman yang dilakukan, namun juga dengan gigih melancarkan
protes terhadap Jepang. Sekretaris Komisi Internasional untuk Zona
aman “mengirimkan dua surat protes setiap hari selama enam minggu
pertama”, dan pemerintah-pemerintah asing juga mengecam t erjadinya
kejahatan tersebut167. Menurut IMTFE, opini publik di Jepang pun tidak
mendukung perilaku tentara Jepang di Nanking168.
Pemerintah Jepang bereaksi secara berbeda-beda atas laporan tentang
kekejaman yang terjadi di Nanking. IMTFE menemukan bahwa sejumlah
pejabat tingkat bawah di pemerintahan Jepang, terutama para pejabat
kedutaan di Nanking, berusaha menebus dan melakukan sesuatu atas
perilaku tentara Jepang. Mereka menyatakan ”tentara Jepang bertekad
bulat untuk menyengsarakan Nanking, tetapi pejabat kedutaan akan
berusaha melunakkan tindakan-tindakan tersebut” 169.Untuk itu, pejabat
Kedutaan Jepang mengirimkan laporan-laporan
tentang kekejaman
itu kepada pemerintahnya dan mendorong para duta asing untuk
mempublisasikan kebrutalan tersebut di Jepang, “supaya Pemerintah
Jepang dapat dipaksa oleh opini publik untuk m
engendalikan
170
tentaranya” .
Bagaimanapun, pejabat Jepang lainnya tidak sepeduli seperti pejabat
kedutaan dalam berupa mengganti rugi. Mereka malah mengarahkan
perhatiannya kepada “kontrol kerusakan” untuk menjaga reputasi
tentara Jepang. IMTFE memastikan bahwa pejabat tinggi pemerintah
65
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents