PENGADILAN RNASIONAL
PERANG INTE UAN
N
TA
KEJAHA
REMP
TERHADAP PE SEMBER 2001
DE
4
N
SA
TU
KEPU
Bukti-bukti memperlihatkan bahwa “comfort system” telah dirancang
secara saksama diperketat dengan aturan-aturan dan dikelola militer
Jepang atau pejabat sipil di mana pun tentara Jepang ditempatkan.
Rekrutmen, pengerahan atau penangkapan, pengangkutan dengan
transportasi militer, penahanan, perkosaan dan kekerasan seksual
lainnya tanpa henti, “perawatan” medis yang invasif dan tidak etis, serta
upaya menyamarkan kondisi yang sebenarnya, kesemuanya merupakan
bagian dari suatu rencana memaksa gadis belia dan perempuan lainnya
masuk ke dalam perbudakan seksual untuk militer Jepang.
Sudah tidak dapat disangkal bahwa “comfort system” beroperasi dalam
skala besar dan meluas. Pos menjamur di mana saja ada tentara Jepang
di seluruh wilayah Asia-Pasifik. Jumlah korban --diperkirakan mencapai
sekitar 200.000 orang--juga menunjukkan bahwa kejahatan tersebut
dilakukan dalam skala yang sangat besar.
Bukti-bukti juga mengindikasikan bahwa perkosaan gadis belia dan
perempuan warga sipil Mapanique bersifat sistematis. Perilaku tentara
mengikuti pola pemerkosaan dan kekejaman secara konsisten. Ini
adalah landasan yang kuat untuk kami mengambil kesimpulan bahwa
pemerkosaan massal oleh tentara Jepang pada saat melakukan
penyerbuan di Mapanique bersifat sistematis. Selain itu, fakta bahwa
hampir seluruh perempuan muda disana diperkosa menunjukkan
bahwa kekerasan seksual itu meluas. Perlu dicatat bahwa pola serangan
seksual di Mapanique sangat mirip dengan perkosaan massal lainnya
di Filipina yang telah menyeret terdakwa YAMASHITA ke persidangan
pasca-perang untuk bertanggung jawab353. Juga mirip dengan peristiwa
perkosaan massal lainnya yang dilakukan tentara Jepang selama perang.
Para Hakim menekankan bahwa semua pihak yang terlibat dalam konflik
dan pernah melakukan kejahatan perkosaan, secara terencana atau
spontan, terarah atau acak, massal atau perorangan, dan melakukannya
sebagai pembalasan, pelampiasan dendam, amarah, atau karena
adanya kesempatan, tidak dapat dijadikan alasan atau meringankan
pertanggung jawaban.
Pengadilan ini menemukan bahwa perkosaan dan perbudakan seksual
para mantan “comfort women” serta perkosaan massal terhadap
perempuan saat penyerbuan di Mapanique berskala besar dan sistematis,
dan dengan demikian memenuhi syarat kedua 354.
200
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents