Temuan FAKTA-FAKTA Sejumlah saksi mengutarakan keinginannya untuk memastikan agar ­kejahatan seperti ini tidak akan terulang di masa depan, dan keterkaitannya dengan korban perkosaan dan kekerasan seksual ­ dalam perang lainnya. Jan Ruff-O’Herne dari Belanda mengatakan, ”Kami ­butuh 50 tahun. Kami terus bungkam sampai seorang ‘comfort women’ dari ­Korea berbicara dan saya melihatnya di televisi. Di B ­ osnia, perempuan l­ ­ agi-lagi ­ diperkosa, dan saya berpikir, ini tidak h ­anya ­terjadi 50 t­ahun yang lalu. Ini terjadi lagi dalam perang.” Mardiyem dari ­Indonesia ­bersaksi, ia ingin generasi muda memahami apa yang terjadi, sehingga ­kejahatan t­ersebut tidak terulang kembali. Teng Kao Pao-Chu ­mengatakan, ­“Generasi Jepang berikutnya harus mengetahui p­ enderitaan saya, ­ bahwa orang tua mereka melakukan ­ tindakantindakan yang ­mengerikan.” Para saksi penyintas juga mengekspresikan kebutuhan yang m ­ endalam untuk didengar dan dipercaya. Hal ini tecermin dalam perkataan s­eorang saksi dari Timor Leste mengenai alasan ia pergi ke Jepang untuk bersaksi di hadapan Pengadilan ini: “Kami datang jauh-jauh dari negara kami ke tempat ini untuk meminta mereka mempertanggungjawabkan hal-hal yang telah mereka lakukan terhadap kami, dan apa yang telah mereka rampas dari kami. Kami diperlakukan dengan amat buruk. Sekarang kami meminta pertanggungjawaban dan kompensasi. Kami datang ke sini untuk meminta keadilan. Kami datang bukan untuk melihat Jepang. Kami datang untuk menceritakan kebenaran. Kami menyatakan yang sebenarnya.” 165

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents