Temuan
FAKTA-FAKTA
k ebutuhan pokok seperti makanan, pakaian dan kondom. Mereka harus
membeli barang-barang ini dari pengelola “comfort stations”. Ha S angSook bersaksi ia membeli “kondom dan tisu” dari pengelola. Menurut
Laporan OWI, para pengelola mematok harga yang sangat tinggi untuk
makanan dan pakaian tersebut. Han Sang-Sook bersaksi bahwa ketika ia
mencoba meminjam uang untuk tiket kereta dan p
akaian, ia diberitahu
harus bekerja tiga tahun untuk bisa m
embayar hutang tersebut,
sehingga ia berhenti mencoba meminjam uang.
Banyak perempuan yang direkut dengan janji palsu diberi pekerjaan
dan penghasilan yang cukup. Dengan demikian, selain disengsarakan
oleh penyiksaan, tidak adanya pembayaran juga berakibat sia-sianya
usaha mereka untuk memperbaiki kehidupan diri serta keluarganya, dan
malah memperparah kemiskinan mereka karena mereka tidak dapat
melakukan pekerjaan lainnya saat ditawan di “comfort stations”. Hal ini
diilustrasikan secara gamblang oleh kesaksian Yuan Zhulin, yang bayi
perempuannya meninggal akibat kelaparan saat ia berada di “comfort
station”.
Walaupun sejumlah fasilitas perbudakan seksual dirancang sedemikian
rupa agar tampak seperti kompleks prostitusi, tidak semuanya dikelola
begitu. Selain Wan Aihua, para saksi dari Timor Leste dan Filipina juga
menceritakan pengalaman mereka ditawan dan diperkosa tanpa
adanya pretensi prostitusi. Pada tempat-tempat yang tidak berpretensi
prostitusi, kondisinya justru lebih brutal, misalnya memperbudak para
perempuan itu di gua-gua. Lin Shen-Chung (Iyang-Apay) bersaksi ia
tidak pernah menerima uang, dan dikenai sejumlah aturan ketat. Salah
satunya, wajib lapor ke dokter jika lebih dari satu bulan ia tidak mendapat
menstruasi, dan dokter akan memberinya obat pendorong aborsi.
7. Kontrol terhadap Kebebasan Bergerak
Semenjak dibeli, para perempuan kehilangan kebebasan bergerak,
termasuk keleluasaan untuk pergi dari “comfort station” walaupun sangat
ingin. Banyak saksi bertestimoni mereka tidak diizinkan meninggalkan
kamar atau harus selalu berada di dalam “comfort station”. Suhanah
bersaksi, “Saya dilarang pergi keluar, ataupun melihat orang yang lalu
lalang diluar. Saya diperlakukan seperti tawanan atau pencuri.” Beberapa
perempuan, termasuk Rosalind Saw, diperbolehkan keluar hanya u
ntuk
menjalani pemeriksaan medis mingguan. Nona X, yang saudara laki129
Select target paragraph3
Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents