Temuan FAKTA-FAKTA Bukti-bukti menegaskan bahwa kontrol militer atas “comfort ­women” dikendalikan oleh tingkat (pemerintahan) yang tertinggi. ­Peranan ­Kementerian Perang dan angkatan bersenjata dalam proses “­rekrutmen” tergambar dalam panduan resmi berjudul “Berbagai Hal ­Mengenai ­Rekrutmen Perempuan”, yang dikirim oleh Ajudan Jenderal di ­Kementerian Perang kepada Kepala Staf Tentara Wilayah Utara Cina dan Pasukan Ekspedisi Cina Pusat pada 4 Maret 1938. Memo Rekrutmen tersebut menunjukkan bahwa perekrut sipil berada di bawah otoritas dan kontrol militer, dan bahwa pihak militer sendiri telah diberikan ­kewenangan untuk mengontrol “rekrutmen” perempuan. Sebuah telegram rahasia yang dikirim pada 12 Maret 1942 oleh ANDO, Komandan Pasukan di Taiwan, kepada TOJO, Menteri Perang, berjudul “Tai-den No.602” atau “Telegram Tentara Taiwan No.602”, ­mengkonfirmasikan bahwa Kementerian Perang terlibat dalam detil pelaksanaan sistem “comfort women” dan bahwa polisi militer terlibat dalam seleksi pengelola “comfort station”. Kontrol militer terpusat atas sistem “comfort women” tidak h ­anya terbatas pada rekrutmen semata. Laporan Perang (terkait Garis ­ ­Belakang) ­tanggal 11-20 April 1939, yang ditulis oleh Markas Besar T­entara ­Divisi ke-21,pimpinan ANDO, memastikan bahwa pihak militer terlibat dalam pengaturan “comfort women”. Karena laporan-laporan seperti ini ­selalu diteruskan kepada tingkat komando yang lebih tinggi, ­dokumen t­ersebut juga membuktikan keterlibatan Pasukan Ekspedisi Cina, ­Kementerian Perang, dan seksi militer Markas Besar Kekaisaran. Hosokawa Tadanori mencatat pada Buku Harian Perjalanan menuju Medan Perang tahun 1944 miliknya, sebuah departemen di Markas Besar Tentara Divisi ke-11 mengelola “comfort station” dan “para agen hanya dapat beroperasi di bawah kendali mereka”. Tentara Divisi ke-11 berada di area dibawah pimpinan HATA. Pihak militer juga menyediakan dukungan logistik dan material yang tidak sedikit untuk fasilitas-fasilitas perbudakan seksual. Berbagai ­dokumen resmi dan kesaksian para penyintas menunjukkan bahwa militer mengangkut para perempuan ke berbagai daerah dengan ­ ­menggunakan kapal perang Angkatan Laut atau truk Angkatan Darat. Dengan demikian, pihak militer mengeluarkan surat ijin membawa 105

Select target paragraph3

Connect to a paragraph
Connect to an entity
Disable highlights
Add to table of contents