Merampas Haminjon,
Merampas Hidup:
Pandumaan-Sipituhuta
Melawan Toba Pulp Lestari
Ü Suryati Simanjuntak
“Bapak Bupati, kami sudah hidup di sini dan mengelola tombak
haminjon secara turun temurun sejak dari nenek moyang kami.
Kami sudah lima belas generasi di sini, sudah beratus-ratus
tahun, bahkan jauh sebelum negara ini merdeka. Selama ini
kami hidup dengan aman, tidak pernah ada perselisihan di
antara kami maupun dengan masyarakat dari desa tetangga.
Tetapi kenapa tiba-tiba TPL merampas hidup kami? Kenapa
pemerintah dengan seenaknya memberikan tombak haminjon
kami kepada TPL? Tolong jawab Pak Bupati, haminjon adalah
hidup kami, Pak Bupati juga bisa sekolah dan menjadi bupati
seperti sekarang ini adalah berkat haminjon. Tolong keluar dan
terima kedatangan kami, apa Bapak lupa bahwa yang memilih
Bapak supaya bisa menjadi bupati adalah kami..!” (Op. Putra
Sinambela, dalam orasi di depan Kantor Bupati Humbahas,
tahun 2009)
Abstrak
Konflik antara perusahaan Toba Pulp Lestari dengan masyarakat adat di
Tapanuli sudah berlangsung sekitar tiga dekade terakhir. Namun belum
ada tanda-tanda akan meredanya konflik akut ini, mengingat belum ada
satu peta jalan penyelesaian masalah yang memungkinkan bagi
terpenuhinya rasa keadilan bagi masyarakat adat dan masyarakat lokal
19