Data konflik dan perubahan regulasi tersebut memperlihatkan bahwa faktor penting dalam melihat munculnya persoalan ini adalah kebijakan tertentu yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk berbagai tujuan dan mempunyai dampak sosial yang meluas. Konflik agraria itu dengan demikian bersifat struktural, yang disebabkan oleh putusan pejabat publik yang berakar pada politik dan kebijakan agraria yang menciptakan konsentrasi pemilikan, penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah dan sumber daya alam di satu pihak, dan di pihak lain semakin banyak rakyat yang kehilangan hak atau akses atas tanah, sumberdaya alam, dan wilayah hidup16. Situasi ini secara umum memiliki karakter yang sama dengan beberapa studi terkait konflik, menyebutkan bahwa proses alokasi lahan di Indonesia merupakan sebuah proses politik dan diatur oleh kebijakankebijakan yang saling bertentangan. Bahwa penduduk terkadang menolak untuk direlokasi karena berbagai alasan dan sedikit terkait dengan kebijakan ganti rugi. Beberapa penduduk yang sudah tua telah memiliki keterikatan psikologis yang kuat dengan rumah pedesaan dan lingkungan mereka dan menolak segala jenis perubahan. Konflik baru muncul saat pemerintah lokal bernegoisasi dengan para petani dalam pengadaan lahan untuk kepentingan pribadi dan memberikan ganti rugi tambahan. Kesalahan institusi adalah penyebab utama dari jenis konflik lahan se­ perti ini. Kesalahan ini disebabkan oleh kontradiksi dan inkonsistensi pada hukum yang mengatur pengadaan lahan. Shi Qian (2014) dalam penelitiannya menemukan bahwa dalam proyek infrastruktur faktor-faktor kompensasi lahan, penggusuran permukiman yang tidak adil, kerugian usaha ekonomi akibat pengadaan lahan dan penggusuran, dan dampak-dampak pembangunan pada usaha ekonomi merupakan resiko-resiko sosial yang paling kritikal17. 16. Kertas Posisi Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria Dalam Kerangka Reforma Agraria Dengan Bebasis HAM, Komnas HAM RI, hlm. 2 17. Dicky Fransisco Simanjuntak, dkk, Dampak Kebijakan Dalam Pembangunan Waduk Jatigede, Balibtang Kementerian PUPR, 2015 7

اختر الفقرة المستهدفة3