serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan” dan Pasal 34 ayat (3); “Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak”. Ketersediaan fasilitas kesehatan dengan demikian berperan penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masih terkait dengan kualitas sumber daya manusia, pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan balita menjadi sangat penting. Pelayanan kesehatan bagi kelompok ini dapat mencegah makin maraknya kasus-kasus gizi buruk, angka kematian ibu, bayi dan balita yang tinggi dan kurangnya pengetahuan tentang pemenuhan gizi yang tepat. Masalah penanganan penyakit menular juga menjadi sangat penting untuk dicermati karena di Indonesia karena dapat menimbulkan kematian, kecacatan dan kesakitan. Selain terdapat beberapa jenis penyakit menular seperti tuberkolosis, ISPA, malaria, dan diare, juga bermunculan penyakit menular lain yang saat ini berkembang seperti flu burung. b) Keterjangkauan. Elemen kunci keterjangkauan merupakan elemen kunci yang penting dan di dalamnya berlaku prinsip HAM non diskriminasi. Hak atas kesehatan harus dapat diakses oleh penduduk tanpa terkecuali, baik di perkotaan- pedesaan, dan bagi orang kaya atau miskin. Upaya untuk memudahkan masyarakat miskin agar dapat menjangkau pelayanan kesehatan adalah dengan memberikan pelayanan kesehatan murah atau gratis dalam bentuk jaminan kesehatan yang dapat dijangkau hingga tingkat Puskesmas. Keterjangkauan informasi untuk bidang kesehatan juga seharusnya dapat dengan mudah dinikmati oleh penduduk. Informasi kesehatan ini sangat diperlukan, terutama infomasi kesehatan yang dikeluarkan dari pihak yang berwenang di bidang kesehatan. c) Kualitas, merupakan elemen kunci yang dipilih di dalam penelitian ini karena elemen ini berkaitan erat dengan bagaimana pelayanan kesehatan tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat. Kualitas pelayanan tersebut terkait dengan ketanggapan petugas dan kemampuan petugas unjtuk melayani masyarakat. Peningkatan kualitas ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Peningkatan kualitas ini menyasar pada tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat maupun peningkatan proporsi rumah sakit maupun Puskesmas terutama di wilayahwilayah terpencil. SEBUAH PENGALAMAN KOMNAS HAM | 51

اختر الفقرة المستهدفة3