4.
•
Mengidentifikasi
tindakan-tindakan
yang menyebabkan pelanggaran
•
Mengidentifikasi siapa korban
•
Mengidentifikasi pelaku dan derajat
keterlibatannya di dalam peristiwa
•
Menghubungkan
peristiwa
•
Mengenali
hubungan-hubungan
elemen dalam peristiwa
•
Mengidentifikasi peran-peran lainnya
dalam kaitannya dengan peristiwa
dan orang atau kelompok.
tindakan
dalam
Data yang diperoleh dari penilaian
pakar (Expert Judgment)
Data dari penilaian pakar adalah data yang
melengkapi jenis data sebelumnya. Data
ini biasanya merupakan penilaian kualitatif
yang dapat diterjemahkan menjadi informasi
kuantitatif, atau sebaliknya. Tidak seperti
survei yang sangat terbatas dalam memilih
sumber, penilaian pakar dapat menggunakan
sejumlah sumber yang lebih luas. Sebagai
contoh sumber - sumber dari penilaian pakar
adalah media, laporan pemerintah, laporan
lembaga non-pemerintah. Selain itu adapula
narasumber terseleksi seperti kelompokkelompok
yang
melakukan
advokasi,
akademisi, peneliti, dan ahli ilmu sosial yang
dapat melakukan penilaian situasi HAM
dengan satu kategori atau kriteria tertentu.
Penggunaan informasi dari pakar dapat
dilakukan di awal atau di akhir proses
penelitian. Pakar dapat dimintai pendapat
tentang suatu situasi setelah proses
pengumpulan data lainnya selesai dan
analisis data diperoleh. Pakar juga dapat
dimintai informasi di awal proses penelitian,
untuk kemudian ditindaklanjuti dengan
pengumpulan data lainnya.
Data berdasarkan penilaian pakar dapat
digunakan untuk penilaian yang bersifat
lintas wilayah. Data ini juga dapat digunakan
untuk membandingkan suatu situasi dari antar
wilayah, dan membandingkan dari satu
kurun waktu dengan kurun waktu sebelumnya.
Manfaat lainnya, data ini dapat digunakan
untuk kepentingan memprediksi situasi di
masa datang.
Data Kuantitatif versus Data Kualitatif
Perdebatan tentang penggunaan data dan
informasi kuantitatif dengan kualitatif terkait
kinerja serta situasi HAM suatu negara telah
berlangsung bertahun-tahun. Namun, kinerja
dan situasi HAM disuatu negara berada jauh
dari apa yang bisa ditangkap oleh angkaangka dan tidak mungkin diukur secara
penuh hanya dengan data kuantitatif atau
kualitatif saja. Sebagai alat analisa, data
kuantitatif dapat memberikan gambaran
umum terhadap kinerja dan situasi HAM
suatu negara. Tapi untuk menganalisisnya
dibutuhkan satu eksplorasi yang lebih
mendalam melalui teknik-teknik kualitatif.
SEBUAH PENGALAMAN KOMNAS HAM | 29