Di lain pihak, kalaupun data dan informasi
tersebut tersedia, para pemantau harus
berhati-hati dalam penggunaannya karena
kemungkinan munculnya bias. Misalnya
bias dalam membuat perbandingan tingkat
pengangguran antar-negara atau di satu
negara dalam periode tertentu. Dalam
konteks ini maka ketersediaan data terpilah
menjadi penting.
2.
Data atau informasi yang
diperoleh dari Survei dan sensus
rumah tangga
Dalam penilaian situasi HAM penting untuk
menggunakan informasi yang dikumpulkan
dari sumber-sumber non-pemerintah guna
melengkapi statistik sosio-ekonomi. Survei
merupakan pengumpulan data yang sama
dari sejumlah responden, untuk mendapatkan
gambaran umum mengenai situasi yang
terjadi. Survei dapat dilakukan dengan
wawancara atau melalui suatu angket.
Pengumpulan informasi, dilakukan melalui
survei dalam bentuk sensus, survei rumah
tangga
maupun
melalui
pencatatan
data demografis. Untuk meningkatkan
transparansi, kredibilitas, dan akuntabilitas
dalam pemantauan HAM, diperlukan
pengumpulan informasi yang valid dan dapat
dipertanggungjawabkan.
3.
Data atau informasi yang
diperoleh berdasarkan peristiwa
pelanggaran HAM (Event-based
data)
Data berdasarkan peristiwa terutama terdiri
dari informasi atau laporan kasus-kasus
pelanggaran HAM. Data mengenai peristiwaperistiwa pelanggaran HAM semacam ini
dapat menggambarkan situasi HAM dengan
lebih akurat. Informasi yang dirangkum di
dalamnya menyangkut korban dan pelaku
yang terlibat dalam kasus-kasus pelanggaran
HAM. Data seperti dugaan pembunuhan
sewenang-wenang, penghilangan paksa,
penahanan secara sewenang-sewenang
dan penyiksaan, biasanya dilaporkan oleh
organisasi non-pemerintah dan juga diproses
melalui mekanisme standar oleh Prosedur
Khusus PBB. Bahkan dengan data ini dapat
menyediakan petunjuk bagi badan-badan
pemantauan dalam melakukan penilaian
mereka terhadap situasi HAM di suatu negara
atau wilayah tertentu.
Data berbasis peristiwa ini lebih banyak
digunakan dalam pemantauan hak sipil
dan politik. Namun demikian, dalam
perkembangannya data ini juga dapat
digunakan untuk pemantauan hak ekonomi,
sosial, dan budaya. Informasi yang
dikumpulkan melalui penggunaan eventbased kerap digunakan untuk melengkapi
statistik sosio-ekonomi, survai, atau bahkan
penilaian pakar. Dalam banyak hal, khususnya
ketika ada pengingkaran dan pelanggaran
terhadap HAM secara sistematis, data
berdasarkan peristiwa merupakan pengganti
bagi statistik sosio-ekonomi.
SEBUAH PENGALAMAN KOMNAS HAM | 27