Sumber-sumber Data Sumber-sumber data dan informasi untuk membangun indikator dalam menilai situasi HAM tidak bersifat tunggal. Mengingat keterbatasan sumber data dan informasi yang tersedia, maka upaya penilaian HAM harus menggunakan berbagai jenis sumber data dan informasi. Sumber-sumber tersebut dapat saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain. Sekurang-kurangnya terdapat 4 (empat) sumber data dan informasi yang dapat dimanfaatkan untuk pemantauan, penyusunan indikator, dan penilaian situasi HAM yang terdiri dari: 1. Data atau informasi yang diperoleh dari Statistik sosio-ekonomi dan statistik administratif lainnya Statistik sosio-ekonomi merujuk pada data dan informasi kuantitatif yang dikumpulkan dan disebarluaskan secara resmi oleh Negara. Data dan informasi ini biasanya dikumpulkan oleh Badan-badan statistik nasional dengan memakai standar terukur. Badan perjanjian menilai penting adanya data dan informasi yang diperoleh dari statistik sosio-ekonomi dan statistik administratif. Data jenis ini menggambarkan komitmen Negara Pihak pada instrumen-instrumen HAM internasional. Statistik sosio-ekonomi yang sudah diolah dan ditafsirkan dapat menggambarkan komitmen negara terhadap instrumen HAM internasional. Data yang telah diolah tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur akuntabilitas Negara. 26 | MENGEMBANGKAN INDIKATOR HAK ASASI MANUSIA Bentuk statistik sosio-ekonomi dapat berupa data jumlah pemeluk agama, pemilik identitas, penjatuhan hukuman mati dan penghuni lembaga pemasyarakatan. Selain itu data yang termasuk dalam statistik sosioekonomi antara lain data tentang penyiksaan, penggusuran paksa, kecurangan dalam pemilihan umum, dan distribusi pangan penyebab kelaparan, dan berapa kali terjadi insiden tindak kekerasan oleh aparat. Data statistik merupakan alat yang kuat untuk mengungkapkan adanya diskriminasi. Data statistik juga dapat mengungkapkan bias kebijakan yang tidak diketahui secara luas dan tidak terungkap ke permukaan. Diskriminasi, atas dasar ras, gender, agama, maupun perbedaan-perbedaan yang lain yang diungkapkan melalui statistik dan dianalisis secara mendalam akan memberi gambaran yang lebih lengkap mengenai isu tersebut. Ketersediaan data yang dikumpulkan dalam bentuk statistik belum tentu dapat menjawab kebutuhan. Statistik resmi juga lemah dalam menangkap situasi HAM karena hanya sedikit negara yang secara sukarela dan dengan sengaja mendokumentasikan berbagai tindakan pelanggaran. Keputusankeputusan untuk menyediakan data statistik sangat tergantung pada kemauan politik pemerintah dan lembaga-lembaga resmi yang bertanggung jawab untuk menyediakan informasi tersebut.

اختر الفقرة المستهدفة3