B ab I
I nkuiri Nasional S ebagai P endekatan
26. Komisioner Inkuiri, terdiri atas.
a.
b.
c.
d.
e.
•
Sandrayati Moniaga (Ketua Komisioner Inkuiri Nasional dan
Anggota Komnas HAM RI periode 2012—2017);
Enny Soeprapto (Anggota Komnas HAM RI periode 2002—2007);
Hariadi Kartodihardjo (Guru Besar Institute Pertanian Bogor,
ahli manajemen kehutanan. Ketua Tim Pakar NKB-KPK (Nota
Kesepahaman Bersama - Komisi Pemberantasan Korupsi)
Saur Tumiur Situmorang (anggota Komisi Nasional AntiKekerasan terhadap Perempuan Periode 2010—2019);
Achmad Sodiki (Guru Besar Hukum Agraria Univ. Brawijaya,
Mantan Hakim Konstitusi. Nonaktif.).
Mobilisasi Sumber Daya
27. Sumber daya lain di luar Komnas HAM merupakan elemen penting
dalam keberhasilan Inkuiri Nasional. Komnas Perempuan dan
organisasi masyarakat pendukung Inkuiri Nasional masing-masing
memiliki peran penting. Latar belakang, keahlian, kekayaan data,
dan informasi yang mereka miliki manjadi modal utama dalam
pelaksanaan inkuiri. Menyadari pentingnya keberadaan organisasi
pendukung, Komnas HAM sejak awal melibatkan organisasi dan
lembaga yang relevan sejak dalam rencana awal, pelatihan tentang
inkuiri, riset dan pemilihan kasus yang akan menjadi materi Dengar
Keterangan Umum (DKU), serta pelaksanaan DKU itu sendiri.
28. Tim Inkuiri Nasional (Tim) tidak hanya terdiri dari unsur-unsur
Komnas HAM, tetapi terdiri atas berbagai pihak, di antaranya dari
Lembaga Perlindungan Saksi (LPSK), kementerian terkait, kalangan
organisasi masyarakat, universitas, dan media massa, baik cetak
maupun elektronik. Pendukung inkuiri ini terdiri atas Komisi
Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas
Perempuan) dan sejumlah organisasi masyarakat sipil. Organisasi
masyarakat sipil ini terdiri atas Sajogyo Institute (SAINS), Aliansi
Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), The Samdhana Institute,
HuMa, Epistema Institute, Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif
(JKPP), Kemitraan, INFIS, Samdhana Institute dan Lembaga Studi
dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). Untuk aspek kampanye dan
pendidikan publik, tim inkuiri juga mendapat bantuan dan dukungan
dari Intermatrix, media cetak dan elektronik nasional dan daerah,
jaringan Radio Republik Indonesia di daerah, dan beberapa televisi
lokal.
15