Adapun kendala daring yang dialami oleh guru, misalnya banyak guru yang belum beradaptasi bagaimana cara mengajari PDPD sebagaimana disampaikan oleh OPD4 Mitra Netra. Akibatnya, banyak guru merasa kebingungan dalam mengakses layanan yang digunakan untuk pembelajaran daring. Contohnya, OPD6 PERTUNI Sorong menyampaikan masih banyak guru yang kebingungan dalam menggunakan Google Classroom. Selain itu, OPD12 BUMI Setara menyampaikan tantangan guru SDLB yang kelelahan karena sulit mentransfer ilmu. Dijelaskan olehnya bahwa hal itu dikarenakan dalam setiap mata pelajaran ada indikator yang harus dicapai, tetapi tidak dapat dilonggarkan karena jika dilonggarkan akan ada stigma tertentu, semisal penurunan kualitas pendidikan, dengan situasi pandemi terkini. Pendapat senada dikonfirmasi oleh OPD9 YPAC Jakarta terkait kendala guru yang harus membuat beberapa versi penyampaian materi yang disesuaikan dengan kondisi gawai yang tidak support dengan teknologi sekarang. Selain itu, kendala yang dialami guru terkait dengan jaringan. Meskipun anak memperoleh bantuan pulsa dari Pemerintah, tetapi harus diakui masalah teknis jaringan yang sering muncul, terutama pada jam-jam padat, yang cukup menghambat pelaksanaan BDR. Guru bahkan dapat mengulangi proses pembelajaran jika terjadi kendala teknis. Beberapa kendala lainnya yang dialami guru disampaikan oleh OPD3 HWDI Kaltim, misalnya kesulitan berkomunikasi dengan siswa apalagi peserta didik yang disabilitas tuli karena kebanyakan guru sekolah inklusi dan SLB tidak paham bahasa isyarat, guru tidak dapat maksimal dalam memberikan materi, guru merasa tidak dapat mendisiplinkan siswa di sekolah inklusi untuk mengejarkan tugas yang diberikan, serta orang tua yang tidak kooperatif menyelesaikan permasalahan anak, misalnya dianjurkan datang ke sekolah, tetapi tidak direspon. Di sisi lain, orang tua juga mengalami berbagai kendala dalam mendampingi anaknya mengikuti pembelajaran daring. Kondisi orang tua yang bekerja, membuatnya kesulitan mengatur waktu untuk mendampingi anak belajar daring. Kendala itu dikonfirmasi oleh tiga orang informan, yaitu OPD12 BUMI Setara, OPD2 HWDI Sulsel, OPD3 HWDI Kaltim dan OPD6 PERTUNI Sorong. Kendala-kendala yang dialami juga membuat banyak orang tua mengeluh mengajari siswa disabilitas di rumah sebagaimana disampaikan oleh OPD6 PERTUNI Sorong. Sejalan dengannya, OPD9 YPAC Jakarta menyampaikan bahwa orang tua merasa stres dan jenuh, terutama bagi yang memiliki kendala dalam melakukan pembimbingan belajar. PDPD Cerebral Palsy dengan kondisi 58

Выберите целевой абзац3