Pendahuluan
Debriefing akan efektif bila dilakukan secara sering dan segera. Debriefing sebaiknya
dilakukan segera setelah aktivitas usai dilakukan saat pengalaman masih begitu segar
dalam ingatan peserta. Jangan menunda-nunda debriefing kecuali para peserta sudah
sangat kelelahan. Semakin lama proses refleksi ini ditunda semakin besar kemungkinan
peserta akan lupa. Pelaksanaannya akan sangat baik bila mampu melibatkan seluruh
pihak terkait.
b. Evaluasi Pelatihan
Evaluasi pelatihan bertujuan untuk: (1) Mengetahui hasil pelaksanaan pelatihan dan
pengaruhnya terhadap perilaku peserta; (2) Mengetahui opini pemimpin dan bawahan
peserta mengenai hasil pelatihan (bagi aparatur negara); (3) Mengetahui hubungan hasil
pelatihan serta dampaknya bagi lingkungan sekitar peserta. (Moekijat, 1990: 20).
c. Evaluasi Peserta Pelatihan
Evaluasi peserta pelatihan adalah evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui dan mencari
informasi mengenai ketercapaian pelatihan dilihat dari peningkatan kemampuan atau
kompetensi peserta (Moekijat, 1990:9). Evaluasi kemajuan peserta merupakan evaluasi
yang dilaksanakan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui
pretest dan post test (Moekijat, 1990:8). Dari hasil pretest dan post test diketahui bahwa
pengetahuan yang mereka miliki dapat lebih dikembangkan dan ditingkatkan melalui
keterlibatan mereka dalam mengikuti pelatihan. Untuk melakukan monitoring dan evaluasi
dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen yang telah disusun sebelumnya.
8. Dokumentasi Pelatihan
Dokumentasi pelatihan merupakan indikator terlaksananya kegiatan pelatihan. Dokumentasi
pelatihan dapat berupa notulensi, catatan observer, foto, video, data peserta, data narasumber,
dan data lembaga/instansi yang bekerja sama dalam pelatihan. Dokumentasi pelatihan akan
sangat bermanfaat dalam penyusunan laporan dan sebagai bahan dalam perbaikan dan
pengembangan sebuah pelatihan.
MANUAL PELATIHAN HAM Pengarustamaan Kabupaten/Kota HAM (Human Rights Cities) | xv