MODUL 1
Sebagai catatan, untuk pelatihan HAM dengan tema “Pengarusutamaan Kabupaten/Kota HAM”
ini, ada baiknya dalam kontrak belajar dinyatakan bahwa peserta sebaiknya menggunakan
pakaian sipil.
Langkah 4 Harapan, Tawaran, Kekhawatiran
Pada bagian ini, peserta diminta untuk menyampaikan apa yang menjadi harapan mereka
setelah mengikuti pelatihan, serta kekhawatiran akan apa yang terjadi selama pelatihan
yang dapat menghambat proses. Selain itu peserta diminta mengidentifikasi apa saja
kapasitas mereka yang dapat dimanfaatkan untuk meminimalisir kekhawatiran yang ada dan
mendukung proses pelatihan. Dengan mengumpulkan harapan, kekhawatiran dan tawaran
tersebut, para peserta pelatihan akan dapat mengetahui apa yang menjadi target pencapaian
mereka di dalam pelatihan, dan bagaimana agar mereka dapat mengatasi apa yang menjadi
kekhawatirannya.
Perlengkapan yang digunakan dalam sesi harapan, kekhawatiran, dan tawaran ini adalah
metaplan tiga warna, misalnya hijau untuk harapan, merah untuk kekhawatiran, dan biru
untuk tawaran. Ketiga warna itu ditempel dalam tiga karton dan ditempelkan berdasarkan
warna. Langkah-langkah untuk mengelola sesi ini adalah sebagai berikut:
1. Fasilitator menjelaskan proses mengenali apa saja harapan, kekhawatiran dan tawaran
peserta.
2. Fasilitator membagikan 3 potongan kertas yang memiliki warna berbeda dan meminta
peserta menuliskan harapan, kekhawatiran dan tawaran.
3. Peserta menempelkan 3 potongan kertas tersebut lalu ditempel pada papan flipchart.
4. Fasilitator menjelaskan apa saja yang telah ditulis oleh peserta.
Langkah 5 Siklus Belajar Partisipatif dan Rute Belajar Pelatihan
Siklus belajar partisipatif dan rute belajar pelatihan digunakan sebagai panduan untuk
berjalannya sebuah pelatihan. Rute belajar berisi tentang materi-materi dan proses apa
saja yang akan ada selama pelatihan. Fasilitator perlu menjelaskan bahwa rangkaian materi
dibuat disesuaikan dengan tingkatan materi, misalnya dimulai dengan materi-materi dasar
HAM lalu menuju ke materi yang lebih tematik. Untuk siklus belajar partisipatif, fasilitator
perlu menekankan bahwa pengalaman dari para peserta pelatihan HAM dengan tema
Pengarusutamaan Kabupaten/Kota HAM adalah hal yang berharga untuk dapat disampaikan
atau didiskusikan dalam pelatihan. Penekanan tentang fasilitator bukanlah satu-satunya
sumber pengetahuan penting untuk disampaikan dalam pelatihan. Siklus belajar partisipatif
dan rute belajar pelatihan digunakan sebagai panduan untuk berjalannya sebuah pelatihan.
MANUAL PELATIHAN HAM Pengarustamaan Kabupaten/Kota HAM (Human Rights Cities) | 11