Kronik Jugun Ianfu Asia 1925 Jepang meratiikasi Konvensi Penindasan dan Perdagangan Perempuan dan Anak, dengan mereservasi penerapan Konvensi untuk Koloninya, yakni Korea, Taiwan dan Kwantung dan menetapkan batasan umur minimal 18 tahun bukan 21 tahun. 1927 Jepang membatalkan tentang batas minimal umur yang tersebut dalam reservasi untuk Konvensi Penindasan dan Perdagangan Perempuan dan Anak, dan menerima/ menyetujui batasan umur seperti dalam Konvensi, yakni 21 tahun. 1931 Jepang menyerbu Manchuria dan membuat negara boneka Mancukuo. 1932 Jepang membangun Ian-jo (rumah bordil) tempat untuk memuaskan kebutuhan seksual militer Jepang di Shanghai. 1937 Peristiwa Perkosaan Nanking dan Pembantaian Nanjing, militer Jepang melakukan pemerkosaan massal terhadap perempuan-perempuan lokal di Cina, pada akhirnya membuat militer Jepang membuat kebijakan untuk menginstitusionalisasikan sistem Jugun Ianfu serta Ian-jo secara sistematik di berbagai negara dimana mereka mengirim pasukannya untuk memenuhi kebutuhan seksual militer Jepang. 1937-1945 Perang Asia Pasiik. 1942 Jepang menduduki Filipina. 1942 Jepang menduduki Indonesia. Sistem Jugun Ianfu sudah diterapkan dengan pendirian Ian-jo hampir di seluruh wilayah Indonesia. 11 |

Выберите целевой абзац3