yang tersebar di 13 (tiga belas) wilayah. Berdasarkan hasil pendataan sebanyak 3.127 orang
dimasukan dalam DPT, mereka memiliki identitas (telah direkam) sebanyak 784 orang dan
diberikan SUKET sebanyak 2.672 pemilih. Sedangkan 5.329 tahanan dan narapidana lainnya
identitasnya tidak jelas dan/atau tidak memiliki identitas. Dampaknya mereka terancam
tidak dapat diberikan hak pilih (right to vote) pada penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 di
Kalimantan Timur. Meskipun demikian, dari beberapa sample pada pemungutan suara pada
27 Juni 2018 di Lapas Klas IIA Samarinda dari 920 penghuni yang masuk dalam DPT sejumlah
799, sedangkan di Rutan Klas IIA Samarinda dari 1.428 penghuni dan yang dimasukan dalam
DPT sebanyak 1.277 orang. Artinya sudah ada upaya maksimal dari penyelenggara pilkada
terhadap para narapidana sehingga sekitar 80% penghuni bisa dipenuhi hak pilihnya.
Hal lain yang perlu dicermati dalam pendataan pemilih untuk pekerja perkebunan kelapa sawit
dan pertambangan batu bara di Kalimantan Timur yang merupakan wilayah dengan penduduk
yang dinamis. KPU Provinsi Kalimantan Timur belum memiliki cukup data mengenai pemilih
dengan karakteristik tersebut dan belum ada kebijakan khusus bagi mereka. Khusus terhadap
pemilih di rumah sakit, baik pasien maupun pegawai rumah sakit belum ada kebijakan atau
regulasi pembuatan TPS khusus oleh KPU Provinsi Kalimantan Timur. Tentunya tindakan
tersebut menjadi ancaman hilangya hak pilih bagi mereka. KPU mendorong agar TPS terdekat
dapat memfasilitasi untuk memilih, akan tetapi terkendala teknis waktu pukul 12.00 – 13.00
WITA dan ketersediaan surat suara.
PILKADA RAMAH HAM • CATATAN KOMNAS HAM PILKADA 2018
72
Untuk memastikan mengenai temuan-temuan awal tersebut, maka pada 27 Juni 2018
Tim melakukan pantauan pemungutan suara di beberapa tempat diantaranya Lembaga
Pemasyarakatan, Rumah Tahanan, Panti Jompo, Kepolisian dan Rumah Sakit yang dapat
diuraikan sebagai berikut:
Lapas Klas IIA Samarinda
Tim Komnas HAM pada sekitar pukul 08.00 WITA mendatangi Lapas Klas IIA Samarinda
yang terbesar di Kalimantan Timur dan disambut oleh Kalapas dan jajaran. Kebetulan lokasi
yang sama juga pada pukul 11.00 WITA dan juga mendapat kunjungan Gubernur Kalimantan
Timur beserta Kapolda Kalimantan Timur dan jajarannya.
Para Narapidana yang Antusias Memilih Meskipun Hujan di Dalam Lapas Klas II A Samarinda