BAB II NASIONALISME dalam mewacanakan perihal negara.40) Apalagi Heywood mengatakan: “Masing-masing ajaran ideologi membentuk sebuah kerangka atau paradigma intelektual yang khas dan karenanya menyediakan sebuah ‘lensa’ yang khas untuk melihat dunia politik.” 41) Memang fungsi ideologi bila kita mempertimbangkan pemahaman yang dikembangkan oleh pencetusnya, Destutt de Tracy (1795), adalah “pengetahuan umum tentang ide-ide, yang berguna untuk menjelaskan dan mengembangkan pemikiran publik.”42) 9. Kajian Kajian tentang relasi kausal antara Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional adalah kajian yang langka dilakukan, jika tidak dapat dikatakan belum ada. Bahkan kajian relasi antara Pancasila dan Hak asasi manusia juga langka, demikian pula relasi antara hak asasi manusia dan ketahanan nasional. Namun, Yudi Latif, dalam bukunya Negara Paripurna,43) memberikan proporsi yang relatif panjang dalam mengkaji tentang relasi antara Pancasila dan hak asasi manusia, khususnya ketika ia membahas tentang sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, berdasarkan latar belakang historis kelahiran sila tersebut, yang kemudian dicoba proyeksikan relasi tersebut dalam konteks kekinian. Latif mengatakan sebelum diformulasikan oleh Soekarno dalam pidatonya –yang kemudian direformulasikan oleh Panitia 9—para anggota juga telah menyinggung “pentingnya prinsip kemanusiaan dalam pergaulan antarbangsa.” 44) Oleh karena itu, Soekarno mengistilahkan bahwa nasionalisme Indonesia “bukanlah ‘jingo-nationalism’ atau chauvinisme dan bukanlah suatu kopi atau tiruan dari nasionalisme Barat.” 45) Hal berikutnya yang penting adalah hubungan antara nasionalisme dan internasionalisme: ‘...orientasi kemanusiaan yang adil dan beradab itu bersifat ganda: “keluar” (ikut memperjuangkan perdamaian dan 40) 41) 42) 43) 44) 45) Weber, 2009:211. Heywood, Andrew. Politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014. Halaman 46. Scrutton, 2013:435. Yudi Latif, Negara Paripurna. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2011. Latif, 2011:179. Latif, 2011:174. Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional 35

Выберите целевой абзац3