BAB IV D I N A M I K A L I N G K U N G A N S T R AT E G I S • 4) Penyebaran budaya sekuler dan konsumeris di seluruh dunia: homogenisasi budaya massa dalam mode pakaian, makanan, pendidikan, iklan dan hak asasi manusia. 5) Munculnya bahasa Inggris sebagai bahasa globalisasi: menekan individu untuk berbahasa Inggris. 6) Meluasnya permintaan akan lembaga-lembaga dan normanorma demokrasi: meningkatnya tuntutan hak memilih pemimpin secara langsung. 7) Jaringan antar kelompok yang menjadi embrio masyarakat sipil global: kolaborasi individu dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memperjuangkan hak asasi manusia. Dinamika Global Letak geografis Indonesia, sebagaimana yang dapat dilihat pada Gambar IV-3, tentunya membuka potensi yang sangat besar untuk masuknya Indonesia ke dalam pusaran globalisasi. Apalagi sejak 1980-an, para pemimpin dunia telah memproyeksikan abad 21 sebagai “Abad Pasifik”, yang ditandai oleh adanya pergeseran pusat grafitasi perekonomian dunia dari Atlantik ke Pasifik. Para ahli juga memproyeksikan bahwa Tiongkok akan menggantikan posisi Amerika sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia.9) Pada Agustus 1984, Presiden Ronald Reagan mengatakan: “You cannot help but feel the great Pacific Basin, with all its nations and all its potential for growth and development. That’s the future...”10) Jika kita mempertimbangkan letak geografis (Gambar IV-3), maka keberadaan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara adalah berbatasan dengan pusat grafitasi perekonomian dunia abad 21, yakni Abad Pasifik, dan sekaligus menjadikan kawasan nusantara sebagai poros dunia, jalur laut utama perekonomian dunia sehingga geopolitik Indonesia dengan sendirinya terdorong untuk bertransformasi menjadi geoekonomi dunia. 9) Choiruzzad, ASEAN Di Persimpangan Sejarah. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2015. Halaman 19. 10) Djelantik, “Kekuatan Nuklir, Militerisme, dan Peran Amerika Serikat di Asia-Pasifik,” dalam Djelantik (Editor), Asia Pasifik: Konflik, Kerja Sama, dan Relasi Antarkawasan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2015. Halaman 44-45. 68 Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional

Выберите целевой абзац3