Standar Norma dan Pengaturan Tentang Pembela HAM | 19 peradilan dan nonperadilan, selain memberikan bantuan konseling dan rehabilitasi kepada korban. c. Menjamin akuntabilitas dan mengakhiri impunitas. Pembela HAM dapat berperan dalam menjamin akuntabilitas untuk menghormati standar hukum HAM. Dalam arti yang paling luas, aktivitas ini berupa lobi dan mendukung serta mendorong Negara untuk melaksanakan kewajiban HAM internasional yang telah diterima melalui ratifikasi terhadap perjanjian HAM internasional. Secara khusus, Pembela HAM dapat bersaksi, baik di forum publik (misalnya, media) maupun di depan pengadilan, atas pelanggaran HAM yang telah terjadi. Dengan cara ini, para Pembela HAM berkontribusi untuk menjamin keadilan atas nama korban dalam kasus-kasus pelanggaran HAM dan mematahkan pola impunitas sehingga mencegah pelanggaran di masa yang akan datang. Pembela HAM juga bekerja untuk memperkuat kapasitas negara untuk menuntut pelaku pelanggaran, misalnya dengan memberikan pelatihan HAM bagi jaksa, hakim, dan polisi. d. Mendukung tata kelola dan kebijakan pemerintahan yang lebih baik. Pembela HAM dapat berperan dalam mendorong Pemerintah secara keseluruhan untuk memenuhi kewajiban atas HAM, misalnya dengan memublikasikan informasi tentang catatan Pemerintah atas penerapan standar HAM dan memantau kemajuan yang telah dilakukan. Pembela HAM dapat memfokuskan pada tata kelola pemerintahan yang baik, mengadvokasi untuk mendukung demokratisasi dan mengakhiri korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan, dan memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang bagaimana menggunakan atau tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu dan pentingnya partisipasi mereka dalam politik. Pembela HAM juga berperan dalam pembuatan kebijakan terkait HAM dan berperan dalam kegiatan perubahan atau penghapusan kebijakan yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai HAM. e. Berkontribusi mendorong implementasi instrumen HAM internasional. Pembela HAM memberikan kontribusi besar, terutama melalui organisasi mereka, untuk pelaksanaan perjanjian HAM internasional. Banyak organisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi antarpemerintah membantu membangun proyek perumahan, perawatan kesehatan, dan upah yang berkelanjutan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan. Mereka menawarkan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan menyediakan peralatan, seperti komputer dan internet untuk memberikan akses informasi yang lebih baik kepada masyarakat. Kelompok ini patut mendapat perhatian khusus karena anggotanya tidak selalu digambarkan sebagai Pembela HAM dan mereka sendiri tidak menggunakan istilah "hak asasi manusia" dalam deskripsi pekerjaan mereka, melainkan berfokus pada istilah-istilah, seperti "kesehatan, "perumahan," atau "pembangunan” yang mencerminkan bidang kegiatan mereka. Banyak dari aktivitas-aktivitas yang mendukung HAM ini digambarkan secara umum sebagai

Выберите целевой абзац3