pelayanan yang ditawarkan oleh swasta dengan kesehatan yang dijamin oleh pemerintah.26
Hal ini juga menjadi rekomendasi Komite Hak Ekosob dalam pemenuhan hak atas
kesehatan.
Konsep pasar untuk pemenuhan kesehatan pada dasarnya telah menggeser tanggung
jawab negara kepada pasar atau swasta. Namun, privatisasi atau desentralisasi layanan
kesehatan tidak membuat negara pihak bebas dari kewajiban untuk menggunakan semua
cara yang tersedia untuk mempromosikan akses yang memadai ke layanan kesehatan,
terutama untuk segmen penduduk yang miskin atau rentan.27 Tantangan hak kesehatan ke
depan adalah memaksimalkan dan memastikan standar pelayanan kesehatan tertinggi yang
dapat dipenuhi dan dinikmati oleh seluruh warga negara tanpa diskriminasi. Beberapa
masalah yang terjadi terkait hak atas kesehatan di antaranya: (1) jaminan kesehatan belum
mampu mengakomodir seluruh kebutuhan warga negara; (2) pelayanan kesehatan juga
belum mampu menjangkau kebutuhan seluruh warga Negara; (3) kelompok rentan,
misalnya masyarakat adat terpencil belum dapat menikmati standar pelayanan kesehatan
yang baik; (4) penyandang disabilitas belum mendapatkan pelayanan yang ramah disabilitas
(akses).
Tony Evans dalam artikelnya yang berjudul, “A Human Right to Health?” menggambarkan
dengan jelas tantangan kesehatan saat ini.28 Dengan membatasi hak asasi manusia pada
seperangkat hak yang mendukung kebebasan yang terkait dengan ekonomi pasar bebas,
dan mendefinisikan ulang hak-hak sosial ekonomi sebagai 'aspirasi,' tatanan global saat ini
berupaya untuk menetapkan seperangkat nilai yang melegitimasi jenis perilaku sosial
tertentu.
Seiring dengan proses perputaran ekonomi, risiko kesehatan kini telah menjadi
permasalahan global melalui perpindahan penduduk, perubahan dalam kebiasaan budaya,
pariwisata, pola makan dan perdagangan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya globalisasi
pasar kesehatan, teknologi, ilmu pengetahuan, obat-obatan, organisasi bisnis dan keuangan
global. Jika risiko kesehatan memiliki dimensi 'demokratis,' artinya tidak ada tempat untuk
bersembunyi dari konsekuensi kesehatan global. Kita semua, kaya dan miskin, dihadapkan
pada risiko kesehatan yang terkait dengan globalisasi.29 Lembaga-lembaga tatanan global
saat ini menggunakan kebebasannya untuk meningkatkan kekayaan mereka masingmasing, tidak peduli dengan kondisi sosial yang harus diderita orang lain. Globalisasi, di
satu sisi, semakin menghadapkan kita semua pada risiko kesehatan. Di sisi lain, kegagalan
untuk melakukan reformasi kelembagaan akan menyebabkan lebih banyak epidemi,
penyakit kronis, dan kesulitan terpenuhinya lingkungan hidup yang bermartabat dan sehat.
B. Kelompok Rentan
Beberapa studi telah dilakukan untuk melihat konsep, teori, dan definisi mengenai siapa dan
bagaimana kelompok rentan itu. Studi mengenai kelompok rentan tidak terpisahkan dari
studi-studi mengenai kewarganegaraan dan hak asasi manusia. Sebuah studi yang berjudul
26
ibid.
27
ibid.
28
Tony Evans, “A Human Right to Health?” (2002) Vol. 23/2 Third World Quarterly, 197.
29
Brian S Turner, “Risks, Rights and Regulation: An Overview” (2001) Vol.3 Health, Risk and Society, 9.
13