KATA P ENGANTAR
dengan mereformasi kebijakan negara, tetapi luput memberi perhatian
pada perempuan yang kerap alami kekerasan berlapis dalam sistem
adatnya sendiri.
Saya hanya ingin mengantarkan sedikit soal belantara persoalan
perempuan adat yang berlapis untuk memantik proses hari ini dan
besok. Sekali lagi, atas nama Komnas Perempuan, kami berterima kasih
kepada Komnas HAM yang selalu menjadi mitra kolaboratif dalam
kerja-kerja strategis. Kepada lembaga-lembaga negara dan korporasi
yang hari ini hadir semoga bisa ada komitmen kongkret agar ke depan
Indonesia lebih menghormati hak asasi masyarakat adat khususnya
perempuan adat, dan kepada para testifier, hormat tinggi kami, karena
keberanian dan keikhlasan hadir di sini sangat besar untuk membangun
sistem yang lebih baik, mungkin bukan kita yang menikmatinya, tetapi
anak cucu kita, dan itulah alam berfikir masyarakat adat yang
menjadikan hidup saat ini adalah membawa kebaikan ke depan. Kepada
tim inkuiri baik komisioner yang dalam hal ini dikawal oleh Saur Tumiur
Situmorang dengan didampingi komisioner Arimbi Heroeputri sebagai
ketua subkom Pemantauan, maupun badan pekerja (Aflina Mustasfaina
dan tim pemantauan) yang sudah menyiapkan energi tebal untuk
mendengar, mencatat, dan mengawal persoalan ini untuk menjadi
prioritas perhatian bangsa. Terima kasih.
Jakarta, Desember 2014
Yuniyanti Chuzaifah
Ketua Komnas Perempuan
Periode 2010 – 2014
xvii