Bagian I Mengelola Pelatihan Partisipatif
Penggunaan teknologi mutakhir untuk proses belajar antara lain menggunakan sarana
internet, database, e-mail, dan social media.
l
Dapat menggabungkan berbagai bahan audio visual dan grafis.
l
Dapat menjangkau komunikasi jarak jauh dan lintas negara.
l
Membutuhkan infrastruktur komputer, jaringan telekomunikasi, dan audio.
Berdasarkan prinsip pelatihan partisipatif dan andragogis, penggunaan media fasilitasi
hendaknya mengikuti alur atau siklus belajar berdasarkan pengalaman. Dalam proses belajar,
penggunaan media tersebut digunakan untuk:
l
Membantu dan merangsang para peserta untuk melakukan pembahasan, dan tidak
bersifat instruksional;
l
Membantu dan mendorong peserta mengungkapkan pengalaman dan permasalahan
sesuai dengan kenyataan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari;
l
Membantu peserta menimbulkan “proses mengalami” yang dapat dijadikan bahan
diskusi lebih jauh;
l
Membantu peserta “memperkuat” dan “memperteguh” hasil-hasil belajar yang telah
dilakukan dan diperoleh peserta itu sendiri.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan dan menggunakan media dalam
proses belajar adalah:
l
Media yang dikembangkan dan dipergunakan dalam proses belajar tidak boleh terlalu
menggurui, tidak bersifat instruksional, tapi lebih banyak menampilkan permasalahan
yang ada;
l
Penggunaan media harus diikuti dengan pembahasan oleh fasilitator dan peserta
yang menggunakan siklus belajar berdasarkan pengalaman, di mana peserta dapat
mengalami proses belajar secara langsung, mengungkapkan pengalaman tersebut,
mampu menganalisisnya, menarik kesimpulan, dan menerapkannya agar menimbulkan
pengalaman baru;
l
Peran peserta lebih aktif dalam menggunakan media yang ada sebagai alat untuk
“mengalami dan mengungkapkan pengalaman”, sedangkan peran fasilitator lebih
untuk menyimpulkan hasil-hasil yang dicapai.
46
Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR