5. Bahan bacaan merupakan materi pelatihan yang dibagikan kepada peserta untuk melengkapi proses belajar. Media ini berguna untuk membantu peserta, mengingat pokok-pokok penting yang disampaikan selama berlangsungnya modul, atau untuk memperkaya informasi lebih rinci mengenai topik yang dibahas. l Dapat difotokopi dari buku, makalah, hand-out, ataupun artikel. l Jangan dibagikan di awal atau pada saat modul berlangsung agar tidak mengganggu konsentrasi peserta. l Jika peserta berasal dari kalangan awam dengan tingkat pendidikan yang tidak terlalu tinggi, sebaiknya jangan memberikan bahan bacaan teortis yang akademis. Fasilitator perlu menyajikannya menjadi bahan bacaan yang lebih sederhana. Media Audio Media audio dapat berupa rekaman suara/musik yang merupakan salah satu media klasik. Sayangnya, media ini sudah mulai jarang digunakan. Bentuk rekaman suara yang sering digunakan dalam proses belajar adalah berupa rekaman pernyataan seseorang (hasil wawancara atau potongan pidato) atau rekaman sandiwara radio yang dapat digunakan sebagai pengantar diskusi tentang suatu masalah atau isu tertentu. Bentuk media audio yang lebih menarik untuk digunakan dalam proses belajar adalah rekaman musik, misalnya lagu-lagu tematis yang dapat didengarkan sebagai hiburan segar dan dijadikan titik tolak untuk membahas tema atau isu lagu-lagu tersebut. Media Audio Visual Slide Suara Sebelum teknologi televisi dan video serta multimedia komputer ada, slide suara merupakan media audio visual yang paling banyak digunakan dengan tingkat efektivitas cukup tinggi l Berupa foto-foto positif yang diberi narasi suara atau musik. l Terdiri atas gambar-gambar foto tidak bergerak. l Dapat berupa potongan slide yang berdiri sendiri ataupun yang merupakan alur cerita. l Durasi penyajian tidak terlalu panjang (15-20 menit) yang menggunakan 40-60 bingkai gambar. Manual Pelatihan Dasar HAM: PEGANGAN FASILITATOR 43

Выберите целевой абзац3